Cuaca Tak Menentu, Hewan Kurban di Pacitan Rawan Terserang Penyakit

19 Mei 2026 13:53 19 Mei 2026 13:53

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Cuaca Tak Menentu, Hewan Kurban di Pacitan Rawan Terserang Penyakit

Suasana area jual beli sapi di pasar hewan Kabupaten Pacitan. Pemeriksaan kesehatan ternak di tengah kondisi cuaca pancaroba menjelang Iduladha 2026 mulai digencarkan, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Perubahan cuaca yang tidak menentu menjelang Iduladha 2026 mulai menjadi perhatian di Kabupaten Pacitan. 

Kondisi pancaroba dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi yang dipersiapkan sebagai hewan kurban.

Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pemeriksaan kesehatan ternak pun digencarkan guna mencegah penyebaran penyakit di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan lalu lintas hewan antardaerah.

Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Pacitan, Sri Indriana, mengatakan kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memengaruhi daya tahan tubuh ternak sehingga peternak diminta lebih waspada.

“Cuaca pancaroba seperti sekarang bisa memengaruhi kesehatan ternak. Risiko penyakit menjadi lebih tinggi jika perawatan kandang dan kebersihan tidak dijaga,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, vaksinasi PMK telah dilakukan sejak awal Januari 2026 secara bertahap di berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan. 

Hingga akhir April 2026, alokasi vaksin mencapai 35.000 dosis dengan realisasi penyuntikan sekitar 16.000 dosis.

Selain vaksinasi, DKPP juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha. 

Tim khusus telah dibentuk di tiap kecamatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan (ante mortem) maupun setelah pemotongan (post mortem).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan maupun dipotong dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.

DKPP juga terus memberikan edukasi kepada peternak terkait pentingnya menjaga sanitasi kandang, pemberian pakan yang baik, serta penanganan dini apabila ditemukan gejala penyakit pada ternak.

Selain faktor cuaca, tingginya lalu lintas ternak dari luar daerah juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan menular.

“Tim akan terus turun ke lapangan untuk memantau kondisi ternak dan memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjaga sampai Iduladha nanti,” tambahnya.

DKPP Kabupaten Pacitan mengimbau para peternak dan pedagang ternak untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan dengan gejala sakit agar dapat segera ditangani dan tidak menular ke ternak lainnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sri Indriana DKPP Pacitan PMK Hewan kurban sapi Kesehatan Ternak Cuaca Pancaroba kabupaten pacitan Berita pacitan Info Pacitan Iduladha 2026