BGN Jadikan Menu SPPG Kedungwaru Sebagai Model Selama Dua Hari

Penuhi Standar Higiene dan Halal

17 April 2026 08:34 17 Apr 2026 08:34

Sugeng Hariyadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BGN Jadikan Menu SPPG Kedungwaru Sebagai Model Selama Dua Hari

Contoh menu dan Kepala SPPG Kedungwaru Yunita Sapitri. (Foto : Hariya / ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, menjadi sorotan setelah menu yang disajikan selama dua hari, Rabu, 15 April 2026 dan Kamis, 16 April 2026, dijadikan model oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Informasi tersebut mendorong sejumlah pihak, termasuk yayasan dan mitra program, untuk memperhatikan standar kualitas menu yang dihasilkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menegaskan bahwa tahun 2026 difokuskan pada peningkatan kualitas program MBG. Ia juga mengingatkan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Kalau ada SPPG yang belum memenuhi standar, akan diberi sanksi,” katanya. Tahap awal, semua SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Setelah itu, harus punya Sertifikat Halal, tambahnya.

Di SPPG Kedungwaru, persyaratan tersebut telah dipenuhi. Kepala SPPG Kedungwaru, Yanita Sapitri, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi SLHS dan sertifikat halal.

Ia juga menyebut, menu yang diproduksi oleh timnya sempat dipublikasikan melalui media sosial resmi BGN selama dua hari berturut-turut.

“Menu kami dimuat di Instagram BGN selama dua hari berurutan. Mungkin ini sebagai bentuk apresiasi, dan sekaligus tantangan bagi kami. Para relawan SPPG Kedungwaru berkomitmen menjaga mutu makanan, kebersihan, dan keamanan pangan,” ujar Yanita, Jumat (17/4/2026).

Yanita menjelaskan, seluruh proses penyusunan menu dilakukan oleh tim relawan dengan mengedepankan standar gizi dan keamanan pangan. Selain itu, tim juga aktif menjalin komunikasi dengan para penerima manfaat untuk memastikan layanan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Al Azhaar, KH Imam Mawardi Ridlwan, menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam operasional dapur MBG. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh sarana dan bahan baku, tetapi juga kompetensi relawan.

“SDM relawan SPPG harus semangat, ikhlas, dan punya skill. Menu bergizi itu lahir dari kombinasi keikhlasan ahli gizi, juru masak, penjamah makanan, dan kualitas bahan baku,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya peningkatan kapasitas secara berkelanjutan bagi para relawan, khususnya yang terlibat langsung dalam pengolahan makanan.

SPPG Kedungwaru menjadi salah satu contoh pelaksanaan program MBG yang telah memenuhi standar dasar yang ditetapkan, baik dari sisi higiene, sanitasi, maupun kehalalan produk makanan. (*)

Tombol Google News

Tags:

MBG Makan bergizi gratis SPPG sppg kedungwaru Ponpes Al Azhar Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung