KETIK, SURABAYA – Rencana Pemkot Surabaya mengajukan pinjaman baru sebesar Rp2,9 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menuai sorotan tajam dari DPRD Surabaya.
Pasalnya, cicilan utang lama ke Bank Jatim senilai Rp 453 miliar yang sudah membengkak menjadi Rp 513 miliar pada Desember 2025 saja belum tuntas dilunasi.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati,mengingatkan agar Pemkot tidak gegabah.
Menurutnya, beban utang jumbo yang sudah tercatat dalam KUA-PPAS 2026 berpotensi menekan ruang fiskal dan menghambat program kerakyatan.
“Kalau anggaran tersedot untuk cicilan pokok dan bunga, dikhawatirkan program prioritas, terutama pengentasan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran, justru terbengkalai,” kata Aning, Selasa 16 September 2025.
Ia menyoroti track record APBD Surabaya yang kerap meleset dari target. Tahun 2024 misalnya, dari proyeksi Rp 11,3 triliun, realisasi hanya Rp 10 triliun.
Sedangkan tahun 2025, meski dipatok Rp 12,3 triliun, prediksi realistis hanya Rp 11,6 triliun, bahkan bisa turun menjadi Rp 10,5 triliun.
“Track record realisasi ini harus jadi warning. Apalagi belanja wajib seperti gaji pegawai, Kartu Surabaya Hebat, pendidikan, dan kesehatan saja sudah menelan Rp 10,5 triliun. Kalau cash flow tidak kuat, bagaimana mungkin membayar utang baru?” tegas Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya itu.
Aning juga mengkritik belum adanya roadmap jelas Pemkot dalam menangani pengangguran.
“Keluhan pengangguran masih tinggi, tapi belum ada skema maupun pentahapan yang konkret. Kalau ditambah beban utang besar, ruang fiskal untuk jaring pengaman sosial makin sempit,” ujarnya.
Karena itu, ia memastikan DPRD akan memperketat pembahasan rencana pinjaman ini.
“Apalagi nanti kalau hutang senilai 2,9 ya, yang kita khawatirkan adalah program-program prioritas kerakyatan nanti menjadi terkendala karena harus bayar pokok cicilan,” terang Politisi PKS ini.
Aning menegaskan, jangan sampai ambisi pembangunan berbasis utang justru berujung mengorbankan pelayanan dasar untuk masyarakat.
“Jangan sampai ambisi pembangunan dengan utang justru mengorbankan pelayanan dasar untuk masyarakat,” pungkasnya.(*)
Belum Lunasi Utang Lama, Rencana Pemkot Surabaya Tambah Pinjaman Rp 2,9 Triliun Dikecam
17 September 2025 15:13 17 Sep 2025 15:13
Shinta Miranda, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya Aning Rahmawati. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Tags:
Pemkot Surabaya utang Pemkot pinjaman 2 9 triliun KUA PPAS banggar Surabaya utang SurabayaBaca Juga:
Tok! Eri Cahyadi Umumkan ASN Pemkot Surabaya WFH Setiap JumatBaca Juga:
Pelajar SMP di Surabaya Dilarang Gunakan Sepeda Motor, Disdik Siapkan Sanksi Bagi PelanggarBaca Juga:
Produksi Air Bersih, Pemkot Surabaya Tinjau IPAM Karang Pilang 4 Pastikan Kualitas Air TerjagaBaca Juga:
Pemkot Surabaya Jawab Gugatan Instalasi Pembakaran Sampah! Siap Ganti Rugi, Asalkan...Baca Juga:
Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Dihukum Bayar Utang Rp104 MBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
