Atasi Kekeringan, Bupati Gresik Pasok 20 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tenggor

27 Agustus 2026 07:16 27 Agt 2026 07:16

Aris Erwandi, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Atasi Kekeringan, Bupati Gresik Pasok 20 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tenggor

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

KETIK, GRESIK – Penanganan dampak musim kemarau di Kabupaten Gresik terus diperluas. Sebanyak 20.000 liter air bersih yang diangkut empat truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter disalurkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Rabu 26 Agustus 2026.

​Penyaluran bantuan di Desa Tenggor ini menyasar 720 kepala keluarga atau sekitar 465 rumah yang tercatat oleh BPBD Gresik sedang mengalami kesulitan air bersih. Tenggor sendiri merupakan satu dari enam desa di Balongpanggang yang masuk dalam pemetaan potensi kekurangan air bersih selain Desa Ganggang, Ngasin, Dapet, Dohoagung, dan Tanahlandean.

​Saat menyalurkan bantuan, Bupati Yani meminta masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila wilayahnya membutuhkan pasokan air bersih. Pemkab Gresik telah membuka berbagai saluran aduan yang dapat diakses oleh warga maupun pemerintah desa.

​“Kami butuh informasi dari masyarakat Gresik, kecamatan atau desa mana yang membutuhkan air bersih. Bisa melalui 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, atau melalui pemerintah desa. Kepala desa bisa berkoordinasi dengan kecamatan untuk melaporkan kebutuhan air bersih di wilayahnya,” ujar Bupati Yani saat berada di Desa Tenggor.

​Secara keseluruhan, BPBD Gresik mencatat ada 62 desa di 11 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan, meliputi total 136 dusun. Sebelum bergerak ke Tenggor, BPBD telah lebih dulu mendistribusikan air bersih ke lima desa lain, yaitu Desa Randuboto dan Srowo di Kecamatan Sidayu, serta Desa Kemangi, Gumeng, dan Pegundan di Kecamatan Bungah.

​Untuk menopang kebutuhan warga sepanjang kemarau, Pemkab Gresik meningkatkan alokasi bantuan air dari 250 tangki menjadi sekitar 450 tangki melalui perubahan anggaran. Selain itu, dana tambahan sebesar Rp100 juta juga disiapkan khusus untuk operasional distribusi air bersih.

​Kepala BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa pihaknya menyiagakan lima unit armada tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih.

​“BPBD sudah memetakan 62 desa dari 11 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Untuk mendukung penanganan, kami sudah menyiapkan lima armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter,” ujar Kepala BPBD Gresik, Sukardi.

​Guna memperluas daya jangkau, Pemkab Gresik juga menjalin kolaborasi lintas instansi dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik.

​“Insyaallah tahun ini kita lebih siap, termasuk secara anggaran. Armada juga nanti bisa kita kolaborasikan. BPBD punya lima truk tangki, PMI Gresik juga punya anggaran dan infrastruktur truk operasional. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi kemarau panjang ini,” ujar Bupati Yani.

​Tak sekadar mengandalkan pasokan air tangki sebagai respons jangka pendek, pengerjaan fisik jangka panjang juga tengah berjalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik menerjunkan 12 unit alat berat untuk mengeruk anak Sungai Kali Lamong serta sejumlah waduk desa yang mengalami pendangkalan.

​Pengerjaan ini dilakukan agar kapasitas tampung air meningkat saat musim hujan tiba.

​“Waduk juga sedang kita kerjakan. Seperti yang disampaikan Pak Kades, di Dohoagung, Kedungpring itu juga sedang kita kerjakan waduknya karena musim kemarau ini sudah dangkal. Kita normalisasi untuk persiapan ketika musim penghujan, supaya debit air yang tertampung cukup banyak,” ujarnya.

​Bupati Yani mengingatkan, persoalan air bersih tidak selalu disebabkan kekeringan. Di sejumlah wilayah, persoalan dapat terjadi karena kelancaran distribusi air perpipaan.

​Masyarakat diminta tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan air bersih di lingkungannya untuk menentukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

​“Kami butuh masukan, butuh informasi untuk disampaikan langsung. Desa mana, dusun mana, kecamatan mana. Tidak perlu khawatir, anggarannya juga kami siapkan sampai akhir tahun. Mudah-mudahan musim kemarau ini bisa kita lewati bersama,” tutur Bupati Yani.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Bupati Yani Kekeringan Gresik Bantuan Air Besih Air bersih Desa Tenggor Kecamatan Balongpanggang