Tanam 10.000 Mangrove di Randuboto, Pemkab Gresik dan PT Smelting Cegah Abrasi Pesisir

12 Agustus 2026 20:01 12 Agt 2026 20:01

Aris Erwandi, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tanam 10.000 Mangrove di Randuboto, Pemkab Gresik dan PT Smelting Cegah Abrasi Pesisir

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen PT Smelting dan jajaran Forkopimda menanam bibit mangrove saat Kick Off Program Pesisir Lestari di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. (Foto: Rud for Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan PT Smelting meresmikan Kick Off Program Konservasi Mangrove bertajuk "Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang". Gerakan pemulihan ekosistem pesisir ini ditandai dengan penanaman 10.000 bibit mangrove di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan), Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Selasa, 11 Agustus 2026.

​Langkah strategis tersebut merupakan wujud komitmen nyata dalam membentengi kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga ruang hidup warga setempat. Agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jajaran Forkopimda Gresik, manajemen PT Smelting, perangkat desa, hingga komunitas peduli lingkungan.

​Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kolaborasi antarsektor yang terbangun guna memitigasi dampak perubahan iklim. Menurutnya, penetapan Desa Randuboto sebagai pusat gerakan sangat tepat karena memiliki potensi ekologis besar yang butuh perlindungan berkelanjutan.

​"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik," ujarnya.

​Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menegaskan bahwa wilayah pesisir bukan sekadar bentang alam, melainkan pusat kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, mangrove memegang peran krusial dalam menyerap emisi karbon, menjadi habitat biota laut, hingga melindungi pantai dari bahaya erosi laut.

​"Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menanam 10.000 bibit mangrove. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik, menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang," ungkapnya.

​Gus Yani menambahkan, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan sinergi lintas elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, Pemdes, komunitas, hingga generasi muda. Ia pun mewanti-wanti agar bibit yang telah ditanam mendapat perawatan dan pengawasan berkala.

​"Saya berharap Pemerintah Desa Randuboto bersama masyarakat dan kelompok pengawas dapat terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan. Sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," ucap Bupati Yani.

​Ke depan, kawasan konservasi ini diarahkan menjadi ruang edukasi lingkungan serta destinasi ekowisata berbasis warga guna memperkuat perekonomian lokal.

​"Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat terutama menurunkan kemiskinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir," harapnya.

​Ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen menjaga alam demi warisan terbaik bagi anak cucu.

​"Karena kita tidak ingin mewariskan hanya pembangunan kepada generasi mendatang. Kita juga harus mewariskan lingkungan yang sehat, pesisir yang terlindungi, dan alam yang tetap lestari," tambahnya.

​Mengakhiri sambutannya, Gus Yani menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada PT Smelting dan warga Desa Randuboto yang konsisten mengawal kelestarian wilayahnya.

​"Semoga program "Pesisir Lestari-Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat Kabupaten Gresik," tutupnya.

​​Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Smelting, Darma Djojonegoro, menekankan bahwa penyediaan 10.000 bibit mangrove ini bukan sebatas pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan bentuk investasi lingkungan jangka panjang. Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan gelombang laut, kawasan mangrove diharapkan menjadi pusat belajar dan pendorong ekonomi lokal warga Sidayu lewat sektor ekowisata.

​Darma juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik, terlebih pada momen ulang tahun perusahaan yang ke-30 tahun ini. Dalam pelaksanaan program lingkungan, pihaknya bergandengan tangan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

​"Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan dan masyarakat sesuai tagline "Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang". Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik," pungkasnya.

​Sementara itu, Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, menegaskan bahwa perlindungan ekosistem pesisir sudah menjadi napas warga desa. Pihaknya mencatat, penanganan dan perlindungan kawasan hutan mangrove seluas 200 hektare telah berjalan secara utuh dan berkelanjutan sejak lebih dari satu dekade lalu.

​"Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013, " ujarnya.

​Menurut Andhi, konsistensi sejak 2013 tersebut terbukti efektif mempertahankan fungsi utama mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai. Di samping berdampak positif pada lingkungan, kelestarian mangrove menjadi modal berharga bagi desa dalam mengembangkan ekowisata sekaligus menjaga produktivitas biota laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan lokal.

​"Komitmen menjaga ekosistem pesisir ini bukan hal baru bagi warga kami. Seluruh elemen masyarakat telah bergerak bersama untuk memastikan agar mangrove tetap tumbuh lestari," singkatnya.

​Agenda penanaman bersama ini turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah, Plt Kepala Dinas Perikanan Arif Wicaksono, jajaran Forkopimcam Sidayu, Pemdes Randuboto, Kelompok Masyarakat (Pokmas), serta pegiat lingkungan setempat.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Bupati Gresik Gus Yani PT Smelting Forkopimda Gresik Desa Randuboto Pesisir Lestari Tanam Mangrove Cegah abrasi Ekowisata Mangrove