KETIK, MALANG – PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menggelar workshop Kampanye Anti Bullying di Fakultas Ilmu Pendidikan pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini diikuti calon guru profesional yang tampak serius sekaligus antusias mengikuti setiap sesi.
Dengan mengusung tema "Edukasi, Pencegahan dan Aksi Nyata Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman di Sekolah," acara ini menjadi bekal krusial bagi guru masa depan dalam menghadapi fenomena perundungan yang masih kerap menjadi "gunung es" di dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menegaskan bahwa menjadi guru profesional tidaklah mudah. Calon guru harus memiliki pengalaman dan kesiapan mental untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, termasuk pada fenomena perundungan.
"Langkah menuju guru profesional memang tidak mudah. Satu hal yang harus kita pastikan: bagaimana caranya agar peserta didik menganggap sekolah sebagai rumah kedua mereka. Kenyamanan siswa adalah yang terpenting," ujar Dr. Cicilia.
Baca Juga:
Kehilangan Pablo Oliveira dan Luis Gustavo, Arema FC Soroti Lapangan LatihanSebelum membuka acara, ia berharap para calon guru bisa memberikan edukasi positif dan melakukan pencegahan dini pada potensi perundungan di lingkungan masing-masing.
Acara ini juga dihadiri oleh narasumber utama, Leni Latifah, M.Pd., Kons., yang merupakan anggota Satgas PPKTP (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi) Unikama. Dengan gaya penyampaiannya yang lugas namun mudah untuk dicerna, ia membedah tuntas seluk-beluk bullying.
Leni Latifah M.Pd., Kons., anggota Satgas PPKTP (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi) Unikama sebagai narasumber pada workshop Anti Bullying. (Foto: Humas Unikama)
Dalam workshop ini, terdapat beberapa poin penting yang telah disampaikan, antara lain:
Baca Juga:
Pecah! 30 Ribu Penonton Meriahkan Konser Hey Slank di Kota Malang• Konsep Dasar dan Jenis Bullying: Mulai dari fisik, verbal, hingga perundungan sosial dan cyber bullying.
• Tanda-tanda dan Penyebab Terjadinya Bullying: Mengenali perilaku korban maupun pelaku sejak dini.
• Analisis, Pencegahan, dan Penanganan: Strategi praktik untuk langsung diterapkan di kelas.
Selain memaparkan materi, pemateri juga memutarkan video edukasi berisi gambaran nyata praktik perundungan di sekolah. Setiap adegan dalam video tersebut bisa membuka mata banyak peserta bahwa bullying tak hanya memberikan dampak dalam jangka pendek, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam.
Workshop yang berlangsung di Auditorium Multikultural Unikama ini menjadi salah satu rangkaian penting PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Dengan bekal pemahaman komprehensif tentang fenomena bullying.
Dengan adanya acara ini tentunya diharapkan para guru tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan keberanian dalam mewujudkan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi semua anak.
"Jika anak merasa aman, maka belajar akan mengalir dengan bahagia. Itulah tugas utama kita sebagai pendidik." Ucap Dr. Cicilia dengan pesan penuh makna yang menutup sambutannya.(*)