KETIK, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya melaksanakan pembangunan insinerator di kawasan UB Forest.
Pembangunan yang berlokasi di Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada tanggal 2, 3 dan 5 Juli 2026 sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan material hingga pemasangan struktur bangunan sesuai rancangan yang telah disiapkan. Pembangunan dimulai dengan penyusunan bata ringan sebagai dinding utama insinerator.
Setiap bagian dipasang menggunakan perekat semen agar struktur bangunan kokoh dan mampu menahan suhu tinggi saat digunakan. Mahasiswa bekerja secara bergotong royong dengan membagi tugas, mulai dari menyiapkan material, mencampur adukan, memasang bata, hingga memastikan ukuran bangunan sesuai rancangan.
Suasana kerja berlangsung tertib dan penuh koordinasi sehingga setiap tahapan dapat diselesaikan secara efisien.
Keberadaan insinerator berangkat dari kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di kawasan UB Forest dan lingkungan sekitar Dusun Tumpangrejo. Sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun diolah menjadi kompos masih memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan fasilitas sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah residu bagi UB Forest dan masyarakat sekitar.
Perencanaan pembangunan dilakukan setelah melalui tahap survei lapangan, diskusi dengan pihak pengelola UB Forest, serta penyesuaian desain dengan kondisi lokasi sehingga insinerator dapat digunakan secara aman dan fungsional.
Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana pengolahan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali sehingga volume sampah yang menumpuk di lingkungan dapat dikurangi.
Keberadaan insinerator diharapkan tidak hanya mendukung pengelolaan sampah di kawasan UB Forest, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep melalui tersedianya sarana pengelolaan sampah residu yang dapat dimanfaatkan bersama sehingga membantu mengurangi penumpukan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar UB Forest.
Galih, Salah satu anggota tim KKN menyampaikan bahwa pembangunan insinerator merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan.
"Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengelola UB Forest maupun masyarakat Dusun Tumpangrejo untuk mengurangi penumpukan sampah residu sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Pembangunan insinerator diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendukung pengelolaan sampah di kawasan UB Forest dan lingkungan Dusun Tumpangrejo.
Fasilitas ini dapat membantu mengurangi volume sampah residu yang selama ini sulit ditangani sekaligus melengkapi upaya pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah diterapkan.
Keberadaan insinerator diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengelola UB Forest dan masyarakat Dusun Tumpangrejo sebagai sarana pengolahan sampah residu sehingga kebersihan kawasan tetap terjaga dan risiko penumpukan sampah dapat dikurangi.
Pemanfaatan fasilitas ini juga diharapkan mendorong masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pengelola UB Forest mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan di kawasan UB Forest, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Tumpangrejo.
Melalui keberadaan insinerator, diharapkan pengelolaan sampah residu dapat dilakukan dengan lebih baik serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.(*)
