PSGAD UIN Malang Gelar Kajian Gender Synergy, Dorong Inklusi di Seluruh Rumpun Keilmuan

29 Juli 2026 02:10 29 Jul 2026 02:10

Nurul Aliyah, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail PSGAD UIN Malang Gelar Kajian Gender Synergy, Dorong Inklusi di Seluruh Rumpun Keilmuan

PSGAD UIN Malang menggelar kajian Gender Synergy yang diikuti oleh dosen dari semua fakultas pada Selasa, 28 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Kajian Gender Synergy.

Acara dengan tema "Mengurai Bias, Membangun Inklusi di Seluruh Rumpun Keilmuan" berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bagi seluruh dosen untuk memperkuat pemahaman mengenai kesetaraan gender, inklusi, serta peran kajian gender dalam seluruh rumpun keilmuan.

Kajian tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Prof Hj. Ilfi Nur Diana, Prof Hj. Mufidah, Prof Hj. Umi Sumbulah, Prof Hj. Erfaniah Zuhriah, Hj. Istiadah dan Mohammad Mahpur.

Ketua PSGAD, Aprilia Mega mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah ruang untuk bersama-sama berjuang menyiapkan kampus yang ramah dan inklusif bagi seluruh civitas akademika UIN Malang.

Kegiatan ini adalah lanjutan dari rangkaian yang telah dilaksanakan kemarin terkait pelatihan dan inner healing. 

"Sebelum kita mungkin bekerja di sini masih banyak yang awalnya bersama-sama berjuang berkait, bagaimana kita menyiapkan kampus yang ramah dan juga inklusif," ujar Aprilia.

"Pelatihan hipnoterapi dan juga inner-healing, jadi sebelum kita mendampingi teman-teman ataupun teman-teman dan juga mahasiswa yang mengalami kekerasan, kita harus siap-siap dulu secara pribadi jadi kemarin kita sudah melakukan pelatihan inner-healing," imbuhnya.

Menurutnya, sebelum mendampingi para mahasiswa yang telah mengalami kekerasan, sebaiknya dosen atau staf sudah siap secara pribadi terlebih dahulu. Ia juga menjelaskan jika banyak orang bertanya apa pekerjaan di PSGAD.

Banyak orang memandang kerja di PSGAD menguras tenaga. Namun, sebagai bagian dari PSGAD UIN Malang, Aprilia Mega merasa pekerjaannya penuh berkah karena menolong sesama.

"Apa yang kita lakukan di PSGAD ini adalah yang penuh dengan berkah, penuh berkah, hadirin, dan kita menolong sesama. Bekerja sama-sama di PSGAD itu dengan hati yang lebih lapang dan ikhlas," ungkapnya.

Ia menegaskan menjadi gender vokaloid adalah panggilan hati, bukan keterpaksaan untuk bisa mendampingi para mahasiswa yang telah menjadi korban dan terus berjuang untuk bisa menyetarakan gender di lingkungan pendidikan tinggi.

Kegiatan ini juga sebagai ruang untuk saling belajar bagaimana berjalan dengan perspektif gender.

Selain itu, diskusi ini juga akan membahas terkait gender vokaloid, penelitian dan pengabdian yang responsif terkait isu-isu gender, cara mengintegrasikan kasus-kasus gender dalam penelitian, dan yang terakhir adalah penerapan kajian gender dalam kurikulum perkuliahan.

"Kita akan belajar bersama-sama tentang apa itu gender vokaloid ini, kemudian kita akan belajar tentang responsif gender itu seperti apa," ucap Aprilia.

Dalam hal ini, PSGAD UIN Malang terus berkomitmen untuk dapat memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua gender, laki-laki maupun perempuan.

Di mana saat ini budaya patriarki yang dinilai memberikan ketimpangan gender menjadi tantangan perguruan tinggi untuk meminimalisir hal tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Psgad Uin Malang Kampus Malang Kajian Gender Synergy UIN Malang UIN Maliki Malang Kota Malang