KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi bersama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) dalam menyelenggarakan Workshop Penyusunan dan Pengajuan Artikel pada Jurnal Bereputasi pada Selasa, 23 Juni 2026 di Gedung D Fakultas Syariah.
Workshop ini secara khusus bekerja sama dengan De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Fakultas Syariah UIN Malang untuk membagikan tips and tricks publikasi artikel ilmiah yang tentunya kini menjadi kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa FH UB yang ingin belajar dalam publikasi jurnal dengan standar-standar publikator internasional. Sehingga, acara ini hadir menjadi ruang bagi seluruh mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan terkait menulis artikel untuk isu hukum pada jurnal bereputasi.
Secara khusus, kegiatan workshop ini mendatangkan dua narasumber dari Fakultas Syariah UIN Malang dengan wawasan luas terkait kepenulisan jurnal artikel dalam bidang hukum, yakni:
1. Ramadhita, M.H.I., dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) sekaligus Chief Editor De Jure.
2. Imam Sukadi, S.H., M.H., dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI).
Mahasiswa sebagai insan penerus bangsa dengan wawasan luas, tentunya publikasi artikel adalah sebuah pencapaian yang bisa dinikmati banyak orang. Hal ini juga menjadi bentuk implementasi keilmuan yang telah didapatkan selama mengemban pendidikan di perguruan tinggi.
Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum UB mengikuti Workshop Penyusunan dan Pengajuan Artikel pada Jurnal Bereputasi yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Malang berkolaborasi bersama FH UB. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Koordinator Program Kampus Berdampak Universitas Brawijaya, Lucky Elza Aditya, M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut penting untuk membuka perspektif baru bagi mahasiswa. Menurut dia, Fakultas Syariah UIN Malang memiliki pengalaman yang kuat dalam pengelolaan jurnal bereputasi internasional.
“Fakultas Syariah memiliki jurnal Q1. Ini penting untuk memberikan perspektif yang berbeda bagi mahasiswa kami, karena di UB ada ketentuan mahasiswa yang publikasi di jurnal bereputasi akan dibebaskan satu tahap proses ujian kelulusan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi secara langsung atas terselenggaranya kegiatan workshop ini dan menyambut baik kehadiran rombongan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB).
“Kami menyambut baik kedatangan mahasiswa dan para pimpinan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Kegiatan seperti ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan dan kualitas mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan menulis artikel ilmiah merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era akademik saat ini. Publikasi pada jurnal bereputasi tidak hanya menjadi sarana mengembangkan kemampuan penelitian dan penulisan ilmiah, tetapi juga menjadi media kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Imam juga mengulas berbagai aspek mendasar dalam penulisan artikel ilmiah, mulai dari eksplorasi ide, identifikasi isu hukum, unsur kebaruan (novelty), nilai kemanfaatan, relevansi isu publik, hingga pentingnya penggunaan data yang memadai.
“Salah satu hal yang menjadi kunci naskah artikel tembus jurnal adalah mengikuti tradisi akademiknya. Dalam konteks ini kita mengenal istilah template, focus, dan scope,” jelasnya.
Selain itu, ia memperkenalkan struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) yang menjadi acuan umum dalam penulisan artikel ilmiah di berbagai jurnal bereputasi.
Materi kedua disampaikan oleh Ramadhita, S.HI., M.HI. yang membahas aspek praktis dalam proses pengiriman artikel hingga tahapan penilaian oleh pengelola jurnal. Ia menjelaskan berbagai pertimbangan dalam memilih jurnal sasaran, penyebab desk rejection, hingga strategi penyusunan cover letter.
Penolakan artikel jurnal ilmiah karena adanya beberapa hal yang memicu untuk ditolak oleh publisher, seperti jurnal artikel dikirim kepada publisher yang salah, bukan artikel jurnal yang sesungguhnya, tidak mengikuti pedoman jurnal, serta naskah yang tidak layak, tidak etis, atau kurang objektif.
“Artikel bagus saja tidak cukup untuk menjadi modal terbit di jurnal bereputasi internasional. Strategi cerdas dan tepat dalam memilih jurnal sasaran menjadi kunci untuk menaklukkan desk review,” ungkapnya.
Dalam materi yang disampaikan, artikel yang bagus adalah ketika hasil penelitian memiliki topik yang menarik untuk pembaca global serta menyediakan ethical clearance metode jelas dan bisa dipertanggungjawabkan dengan menggunakan referensi terbaru.
Fakultas Syariah UIN Malang terus berkomitmen dalam mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan capaian dua jurnal ilmiah yang dikelola fakultas, yakni De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah serta Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, yang termasuk dalam daftar 174 jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 dan memperoleh apresiasi dari Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Apresiasi tersebut diberikan kepada jurnal ilmiah yang dikelola fakultas, yakni De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah serta Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, dan seluruh pengelola jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 atas komitmen dan konsistensinya dalam menjaga mutu publikasi ilmiah serta mendukung pengembangan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Fakultas Syariah UIN Malang sebagai instansi pendidikan dalam bidang hukum Islam, tentunya memberikan ruang bagi seluruh perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas akademik Indonesia, khususnya Kota Malang.(*)
.png)