KETIK, BATU – Sebanyak 10 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Batu mengikuti Penilaian Kompetensi atau mapping jabatan pada Selasa, 23 Juni 2026.
Hasil asesmen tersebut tidak akan langsung diumumkan pada hari pelaksanaan, melainkan diperkirakan baru diterima sekitar satu bulan setelah proses penilaian selesai.
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, menjelaskan bahwa hasil asesmen tidak bisa langsung diketahui pada hari pelaksanaan karena harus melalui proses pengolahan dan evaluasi oleh tim asesor.
“Hasil penilaian kompetensi diperkirakan baru keluar sekitar satu bulan setelah pelaksanaan asesmen. Itu memang menjadi prosedur dan standar operasional yang ditetapkan oleh BKD Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, proses pengolahan hasil asesmen membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administratif dan teknis sebelum ditetapkan sebagai hasil akhir.
“Setelah asesmen selesai, masih ada proses verifikasi dokumen peserta serta tahapan analisis oleh tim penyelenggara. Karena itu hasilnya tidak bisa langsung diumumkan,” katanya.
Ia menegaskan, setelah mengikuti asesmen di Surabaya, para peserta tidak perlu menjalani tahapan uji kompetensi tambahan lainnya.
“Setelah asesmen hari ini tidak ada rangkaian kegiatan lanjutan,” ungkapnya.
Menurut Santi, hasil penilaian kompetensi tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan BKPSDM dalam menyusun rekomendasi kepada kepala daerah terkait pengembangan karier maupun penempatan pejabat sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Hasil asesmen akan menjadi bahan bagi BKPSDM untuk memberikan rekomendasi kepada kepala daerah,” jelasnya.
Pelaksanaan mapping JPTP tersebut sebelumnya tertuang dalam Surat Nomor 069.1/252/35.79.502/VI/2026 yang ditandatangani Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batu, Eko Suhartono.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN), sekaligus memastikan pengembangan karier dilakukan secara objektif, terukur, dan profesional.
Selain mengikuti asesmen, seluruh peserta juga diwajibkan melengkapi dokumen portofolio yang menjadi salah satu instrumen penilaian kompetensi.
Dokumen tersebut sebelumnya telah diunggah melalui sistem yang disediakan sebagai bahan evaluasi tim asesor.
Adapun 10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang mengikuti asesmen tersebut meliputi:
- Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eko Suhartono
- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dyah Lies Tina Purwaty
- Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Muhammad Chori
- Kepala Dinas Tenaga Kerja, Mokhamad Forkan
- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hendry Suseno
- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Abdul Rais
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Esty Dwiastuti
- Kepala Dinas Pariwisata, Onny Ardianto
- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aries Setiawan
- Kepala Dinas Kesehatan, Aditya Prasaja
.png)