KETIK, MALANG – Empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) turut berkontribusi dalam penyuntingan enam jilid buku ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Tiongkok.
Mereka terlibat dalam pengembangan Korpus NUSA, pembuatan rekaman audio pembelajaran, dan pengenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa Tiongkok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus FPNU dalam rangkaian Bulan Pengalaman Budaya Indonesia 2026 mulai 9 Oktober hingga 4 November 2026.
"Banyak perubahan hanya berupa satu kata atau satu kalimat, tetapi berdampak langsung pada kesiapan buku ajar untuk digunakan di kelas," ungkap Ketua Program Studi Bahasa Indonesia FPNU, Dr. Qin Weifen (Ratna), dalam laporan kegiatan yang disampaikan pada acara penutupan di Aula Jintai, Tiongkok, Rabu, 4 November 2026.
Keempat mahasiswa UNNES tersebut adalah Shabira Millatina (Rara), Khayla Amara Putri (Amara), Nurul Fiqri Dwi Handayani (Nurul), dan Muadzin (Adzin). Mahasiswa-mahasiswa tersebut turut memeriksa kealamian dialog, ketepatan kosakata, dan tata bahasa Indonesia dalam buku ajar FBNU. Mereka juga menyelesaikan rekaman audio untuk buku ajar BIPA dan buku ajar menyimak jilid 1 dan 2.
Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam pengembangan Korpus NUSA yang memuat lebih dari 1.700 sumber dengan sekitar 80 juta kata. Keempat mahasiswa turut mengisi empat sesi berbagi pengetahuan mengenai bahasa dan budaya Indonesia, sastra anak, cerita rakyat, serta tata bahasa dan afiksasi.
Mereka memperkenalkan angklung dan mendampingi mahasiswa FPNU dalam persiapan pertunjukan budaya. "Perasaan saya melihat mahasiswa Tiongkok menampilkan budaya Indonesia itu sangat keren. Saya sangat bangga kepada mahasiswa Tiongkok karena mereka mau belajar budaya kami," ujar Amara, salah satu mahasiswa UNNES yang mengikuti program tersebut.
Dosen dan mahasiswa Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) bersama mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam acara penutupan Bulan Pengalaman Budaya Indonesia 2026 di Tiongkok, Rabu, 04 November 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Dalam rangkaian kegiatan budaya ini, mahasiswa FPNU menampilkan permainan angklung dengan lagu Yamko Rambe Yamko dan membawakan lagu Yilu Sheng Hua dalam versi dwibahasa Tiongkok-Indonesia. Sementara itu, keempat mahasiswa UNNES turut menampilkan tarian tradisional Indonesia pada acara penutupan.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup lomba kosakata bahasa Indonesia yang diikuti 38 mahasiswa FPNU angkatan 2024 dan 2025. Sebanyak 10 mahasiswa FPNU memperoleh penghargaan sebagai Juara lomba tersebut.
Sekretaris Komite Partai Fakultas Bahasa Asing FPNU, Chen Juanzhen, menyampaikan apresiasi atas kontribusi keempat mahasiswa UNNES. Ia menilai keterlibatan mereka dalam penyuntingan bahan ajar, pendampingan pembelajaran, dan kegiatan budaya memberikan dukungan nyata bagi pelaksanaan program.
"Pekerjaan mereka banyak, sebagian tampak kecil dan rutin, tetapi justru dari situlah Bulan Pengalaman Budaya Indonesia memperoleh isi yang nyata," ujar Chen Juanzhen dalam sambutannya.
Acara penutupan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa FPNU untuk menampilkan hasil pembelajaran selama program berlangsung. Ke depan, FPNU berencana melanjutkan pengembangan bahan ajar BIPA dan Korpus NUSA serta memperkuat kerja sama dengan UNNES melalui pertukaran mahasiswa, kolaborasi dosen, dan pengembangan sumber belajar. (*)
