KETIK, MALANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terdiri atas Khairul Umam, Abd Rouf, Ali Kadarisman, Akbar, dan Diva menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Remaja Musala Miftahul Ulum dan Al-Ikhlas Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dalam Perawatan Jenazah sebagai Bentuk Peningkatan Pelayanan Sosial Keagamaan”.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pelayanan sosial keagamaan, khususnya perawatan jenazah sesuai syariat Islam. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu berperan aktif membantu sesama ketika menghadapi musibah kematian.
Kegiatan dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yakni pada 8, 15, dan 19 Oktober 2026. Peserta berasal dari jamaah putra dan putri Musala Miftahul Ulum dan Al-Ikhlas, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Pelatihan jamaah putra berlangsung pada 8 dan 19 Oktober, sedangkan jamaah putri mengikuti kegiatan pada 15 Oktober 2026.
Materi disampaikan secara teoretis dan praktis oleh Ustaz Abdul Kodir, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU PCNU Kota Malang. Peserta mempelajari ketentuan perawatan jenazah sekaligus mempraktikkan tahapan pelaksanaannya. Dengan demikian, mereka diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk memberikan pelayanan sosial keagamaan sesuai tuntunan Islam.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendemonstrasikan penggunaan kain kafan untuk jenazah di Musala Miftahul Ulum, Kota Malang, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dengan menyimak materi dan aktif bertanya dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan dan tanggapan mencerminkan perhatian mereka terhadap pentingnya penguasaan ilmu perawatan jenazah. Peserta juga mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Melalui program ini, Tim Pengabdian LP2M UIN Malang berharap masyarakat semakin mandiri dalam memberikan pelayanan kepada warga yang meninggal dunia. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan mendorong jamaah untuk saling membantu, memperkuat solidaritas sosial, serta mengurangi ketergantungan pada mudin atau tokoh agama setempat.
Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga upaya membangun masyarakat yang peduli, terampil, dan mandiri dalam menjalankan pelayanan sosial keagamaan secara berkelanjutan.
