Angkat Riset AI Responsif Gender dan Perlindungan Anak, Dosen FISIP UB Sabet Best Presenter pada IAIT 2026 di Thailand

6 Juli 2026 18:15 6 Jul 2026 18:15

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Angkat Riset AI Responsif Gender dan Perlindungan Anak, Dosen FISIP UB Sabet Best Presenter pada IAIT 2026 di Thailand

Dosen HI FISIP UB, Henny Rosalinda, S.IP., M.A., Ph.D., berhasil meraih Best Presenter pada IAIT 2026 di Thailand. (Foto: Humas FISIP UB)

KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) kembali mencetak prestasi membanggakan yang diraih oleh dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI), Henny Rosalinda, S.IP., M.A., Ph.D., sebagai Best Presenter pada Session 10: Data Governance, AI Policy, and Digital Transformation dalam ajang 14th International Conference on Advances in Information Technology (IAIT 2026) yang berlangsung di Thailand pada 17–19 Juni 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui paper dengan judul "SAFE AI: Designing a Gender Responsive and Child-Safe AI Framework" yang menawarkan pendekatan dari dalam pengembangan kecerdasan artificial intelligence (AI). 

Penelitian yang diangkat oleh Henny memperkenalkan kerangka SAFE AI (Safety, Accountability, Fairness, dan Explainability) sebagai model pengembangan AI yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender serta perlindungan anak dalam desain sistem AI.

Henny menyampaikan bahwa pengakuan internasional adalah hasil dari proses akademik yang panjang dan ketat. Sebelum dipresentasikan pada IAIT 2026, ia telah melewati beberapa fase. Setiap naskah harus melalui tahapan seleksi ilmiah, mulai dari proses peer review internasional, revisi bedasarkan masukan reviewer, hingga penyempurnaan substansi penelitian. 

Artikel yang berhasil dipresentasikan sekaligus dipublikasikan, hanya harya ilmiah yang memang memenuhi standar akademik tinggi dan dinyatakan layak.

"Reviewer memberikan banyak masukan, mulai dari kebaruan penelitian, metodologi, hingga kontribusi ilmiah. Kami harus melalui beberapa putaran revisi sebelum paper dinyatakan diterima. Proses tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena membuat kualitas penelitian semakin kuat," ungkap dosen HI UB tersebut.

IAIT 2026 adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh School of Information Technology, King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand, yang bekerja sama dengan IEEE Computational Intelligence Society (IEEE CIS). 

Seluruh paper yang lolos seleksi akan dipublikasikan dalam ACM Internasional Conference Proceedings Series (ICPS) yang terindeks pada berbagai basis data ilmiah internasional dan menjadi salah satu publikasi bergengsi di bidang teknologi informasi serta ilmu komputer.

Dengan tema "Trustworthy AI adn Cybersecurity: Foundations for a Resilient Digital Future", konferensi internasional ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru pada sistem kecerdasan artifisial, keamanan siber, tata kelola data, hingga transformasi digital.

Keberhasilan Henny Rosalinda tidah hanya menjadi pencapaian pribadi, namun juga mendorong kontribusi FISIP UB dalam pengembangan riset interdisipliner yang menghubungkan ilmu sosial dengan teknologi digital. 

Penelitian mengenai AI yang responsif pada isu gender dan perlindungan anak menjadi bukti bahwa inovasi teknologi perlu dibangun atas nilai-nilai inklusivitas, etika, dan keberpihakan pada kelompok rentan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas Brawijaya Fisip UB Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Kampus Malang Hubungan Internasional Prodi Hi Ub Dosen HI UB