KETIK, JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengkritik fenomena penyalahgunaan isu Hak Asasi Manusia (HAM) global yang menurutnya kerap dijadikan tameng dalam membela perilaku LGBT.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Mudzakarah Hukum Nasional Komisi Hukum MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menilai, dalam perspektif Islam, HAM tidak bersifat absolut dan tidak dapat digunakan untuk membenarkan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan nilai lain.
“Bagi mereka para pembela LGBT, mereka suka berlindung di balik aturan HAM," katanya dalam keterangan resminya.
"Jadi dalam perspektif Islam, HAM itu bukan sesuatu yang absolut. Ketika atas nama HAM tapi kemudian bertentangan dengan HAM itu sendiri, ya tidak bisa dong,” lanjutnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, esensi HAM dinilai telah diputarbalikkan ketika digunakan untuk membela kelompok LGBT. Katanya, sering kelompok LGBT kerap menggunakan tameng HAM.
Padahal LGBT dinilai sebagai penyimpangan dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“LGBT itu normal nggak? Perkawinan itu kan antara laki dan perempuan. Jadi kalau antara laki-laki dengan laki-laki, gimana? Itu melanggar undang-undang dan harus diberi sanksi,” tegasnya.
Dengan demikian, ia berharap negara harus tegas mengambil sikap ini agar perkara tersebut tidak dipandang lumrah.
“Masa kita negara Pancasila yang Berketuhanan Yang Maha Esa, membiarkan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum Tuhan?," pungkasnya. (*)
Ketum MUI Kritik Penggunaan Isu HAM untuk Tameng Bela LGBT: Ya Tidak Bisa Dong!
6 Juli 2026 18:49 6 Jul 2026 18:49
Hanifuddin Musa, Al Ahmadi
Redaksi Ketik.com
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menyampaikan pandangannya dalam Mudzakarah Hukum Nasional Komisi Hukum MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: MUI)
Tags:
LGBT MUI HAM Kh Anwar Iskandar Majelis Ulama Komisi Hukum Mudzakarah Nasional Hak Asasi Isu Lgbt Hotel Sahid Jakarta Pusat info jakarta Berita JakartaBaca Juga:
Ajak Tambah Suara PAN di Pemilu 2029, Viva Yoga: Kekuatan Partai Diukur dari Jumlah Kursi di SenayanBaca Juga:
Yakin Pemerintah Tak Cawe-cawe, Ma’ruf Amin Minta Muktamar NU ke-35 Bebas dari Pengaruh Pihak TertentuBaca Juga:
BMKG: Kalimantan Barat Catat Hotspot Terbanyak, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi KeringBaca Juga:
Viva Yoga: Transmigran akan Dapat Lahan 2 hektar dan Bantuan Pangan Selama 1,5 TahunBaca Juga:
Golkar Rotasi Pimpinan Komisi DPR, Agun Gunandjar Gantikan Zulkifli Arse di Komisi IIBerita Lainnya oleh Hanifuddin Musa
21 Agustus 2026 01:00
7.164 Istri Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025, Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Berani Bersuara
20 Agustus 2026 18:13
Perang Sudan Picu Krisis Pengungsian, Lebih dari 200 Ribu Warga Kordofan Terusir dari Rumah
20 Agustus 2026 17:11
Khofifah Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan Ke-61 Singapura, Perkuat Kerja Sama Jatim-Singapura
20 Agustus 2026 16:05
Prakiraan Cuaca 3 Hari ke Depan: BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
20 Agustus 2026 16:00
Prabowo Undang Petugas HUT Ke-81 RI ke Hambalang, Sampaikan Apresiasi dan Rasa Bangga
.png)