FISIP UB Sambut 14 Mahasiswa Universiti Malaya, Dorong Kerja Sama Pendidikan Lintas Negara

23 Juni 2026 18:03 23 Jun 2026 18:03

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail FISIP UB Sambut 14 Mahasiswa Universiti Malaya, Dorong Kerja Sama Pendidikan Lintas Negara

FISIP UB berkolaborasi bersama Universiti Malaya untuk memajukan pendidikan lintas negara. (Foto: Humas FISIP UB)

KETIK, MALANG – Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan akademik dari 14 mahasiswa Fakulti Pendidikan Universiti Malaya, Malaysia, melalui program inbound yang diselenggarakan pada 23–26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik, riset, serta pertukaran mahasiswa antara Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan ini dibuka di Auditorium Nuswantara FISIP UB dengan menghadirkan pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, hingga delegasi dari Universiti Malaya. Para mahasiswa Malaysia tersebut tidak hanya mengikuti berbagai aktivitas akademik, tetapi juga diajak mengenal kehidupan kampus dan budaya lokal Malang.

Chairman University Malaya Family Research and Development Center (UMFRDC), Prof. Dr. Madya Fonny Dameaty Hutagulung, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan oleh FISIP UB. Ia berharap para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman terbaik selama mengikuti program tersebut.

"Kami membawa 14 mahasiswa ke Universitas Brawijaya dan berharap mereka mendapatkan pengalaman terbaik. UB merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada program lima hari saja, tetapi dapat berkembang ke berbagai kerja sama lain seperti riset bersama, publikasi ilmiah, serta program inbound dan outbound mahasiswa maupun dosen," tuturnya.

Prof. Fonny juga menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia sangat dekat, baik secara historis maupun budaya. Menurutnya, kolaborasi ini akan semakin memperkuat hubungan kedua negara dalam aspek pendidikan.

"Saya sendiri memiliki darah Indonesia. Karena itu, saya melihat hubungan Indonesia dan Malaysia sangat baik dan memiliki banyak potensi untuk terus dikembangkan melalui kerja sama pendidikan dan penelitian," ujar Prof. Fonny.

Sementara itu, Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa Universiti Malaya untuk mengenal berbagai sisi kehidupan di Malang.

"Kegiatan ini tidak hanya sekadar kuliah, seminar, dan presentasi ilmiah. Peserta juga diajak mengikuti campus tour untuk mengenal lingkungan UB, mengunjungi Hanania Kidz Clinic, serta mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan di Ruang Belajar Aqil (RBA). Dengan rangkaian acara ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami praktik pendidikan dan psikologi yang berkembang di Indonesia," jelasnya.

Pada hari pertama, peserta mengikuti Lecture Series yang menghadirkan dosen dari kedua universitas. Prof. Fonny menyampaikan materi bertajuk Teacher-Student Relationship and Social Support as Drivers of Learning and Behavior in Malaysian Gifted Students. Sementara itu, UB menghadirkan dosen psikologi yang membahas tema pengembangan mahasiswa berprestasi menuju kondisi flourishing.

Selanjutnya, pada hari kedua peserta mengikuti seminar paralel mengenai stress and coping, faktor risiko perkembangan anak, presentasi makalah mahasiswa, diskusi akademik, serta sesi pertukaran gagasan antara dosen dan mahasiswa dari kedua negara. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pandangan dan pengalaman dalam bidang psikologi serta pendidikan.

Selain kegiatan akademik, peserta juga diajak menikmati suasana sejuk Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan beragam destinasi wisata. Melalui program ini, mahasiswa Universiti Malaya dapat mengenal budaya lokal, lingkungan kampus, serta kehidupan masyarakat Indonesia secara lebih dekat.

Ahmad Imron Rozuli berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara kedua institusi. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah rencana tindak lanjut telah disiapkan, termasuk penguatan kerja sama penelitian, publikasi bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Menariknya, pada Oktober 2026 mendatang, FISIP UB akan menggelar konferensi di Malaysia. Pihak UB berharap delegasi dari Universiti Malaya dapat kembali berpartisipasi sehingga hubungan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

Melalui program inbound ini, Universitas Brawijaya dan Universiti Malaya menunjukkan komitmen bersama dalam membangun jejaring pendidikan tinggi regional yang lebih kuat, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia melalui kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Tombol Google News

Tags:

Fisip UB Universiti Malaya Kolaborasi Lintas Negara Kampus Malang Kota Malang Universitas Brawijaya Ilmu Sosial Ilmu Politik