KETIK, MALANG – Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir. Kompetisi talenta muda ini memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu, 28–30 Agustus 2026.
Ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.
Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu, 30 Agustus 2026 sore hari. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA. Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team yang diraih oleh Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC.
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji bersama Ovan Tobing hadir di akhir pertandingan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026. (Foto: Media Officer Arema FC)
Di sisi lain, gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang berhasil mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan kepada Husnul Abdillah dari Castido FA dan Best Player disabet Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.
Apresiasi dari Manajemen Arema FC
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, mengapresiasi segala perjuangan kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini.
Ia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek, mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan.
Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang dengan tegas dan adil memimpin pertandingan.
Melihat tingginya dampak baik bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat menjadi diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.
"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.
Bung Ovan Sampaikan Pesan Tegas dan Edukatif
Pada sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan pesan mendalam langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa tak boleh ada kata puas dalam dunia sepak bola usia dini.
Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk selalu rendah hati dan terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan, termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Ia juga menyampaikan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.
"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tutur Ovan dengan tegas.
Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)
