Dari Rumah ke Seluruh Indonesia, Alvin Christofer Bangun 60 Kemitraan F&B

4 Mei 2026 12:09 4 Mei 2026 12:09

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Rumah ke Seluruh Indonesia, Alvin Christofer Bangun 60 Kemitraan F&B

Alvin Christofer, pebisnis asal Malang yang berhasil memiliki 60 kemitraan F&B di seluruh Indonesia. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Berbekal kemampuan merasakan makanan yang sesuai dengan selera pasar dan mudah diterima berbagai kalangan, Alvin Christofer, pebisnis asal Malang berhasil membangun bisnis di bidang Food and Beverage (F&B) berkembang pesat. 

Kepekaannya dalam meneliti rasa pada produk kuliner yang tidak hanya lezat tetapi juga memiliki nilai jual tinggi menjadi kunci keberhasilannya menembus pasar yang lebih luas. Dari usaha yang dibuka di rumah, Alvin sukses mengembangkan jaringan bisnisnya hingga memiliki 60 kemitraan yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Berawal dari bisnis F&B di rumah orang tua, yakni Laoban Kopitiam yang sudah berdiri sejak tahun 2022. Saat ini, ia berhasil mengembangkan bisnis tersebut hingga memiliki sekitar 60 kemitraan di seluruh Indonesia. Di akhir 2025, Alvin ingin memiliki gebrakan baru dengan mendirikan kedai Setumpuk Stirfry yang saat ini terkenal dengan robot osengnya.

Sudah berjalan lebih dari 4 bulan, Alvin mulai berproses untuk mendirikan mitra di luar Malang, seperti Jakarta, Surabaya, Jogja, dan Bandung.

Dalam membangun bisnis di bidang kuliner, Alvin mengungkapkan jika ada suka duka yang harus ia lewati. Ia menyampaikan bahwa usaha F&B mudah untuk dimulai, bahkan bisa diawali dari rumah saja. Tidak seperti usaha lainnya yang memiliki pemain besar. Tapi dari situ, setiap bisnis F&B selalu memiliki kelebihan masing-masing.

"Kalau suka-duka membangun bisnis, F&B ya. F&B tuh berat ya sebenarnya. Kalau sukanya tuh F&B kan salah satu bisnis yang kita, barier to entrinya tuh gampang. Maksudnya kita tuh mau masuk tuh bisa, gampang karena kita punya apa, mau rumahan pun bisa. F&B kita tuh bisa start small. Jadi memang kita punya kelebihan kalau F&B ya di sana," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa ada rasa senang tersendiri ketika mengetahui hasil masakan yang dijual bisa disukai oleh customer, terlebih lagi jika sampai menjadi langganan.

"Apalagi kalau orang tuh cocok sama makanan kita dapat pujian. Itu kita pasti ada seneng yang tersendiri lah. Kayak orang langgan terus kita dibandingin sama yang lain. Itu pasti kayak ada pride sendiri," ucap Alvin.

Namun, Alvin juga mengungkapkan sejumlah kendala yang pernah dialaminya, seperti kesalahan karyawan dalam menghitung bahan yang berujung pada kerugian. Kemudian, salah satu masalah yang cukup ramai di bisnis F&B adalah ketika berurusan dengan Organisasi Masyarakat (Ormas), hingga menyebabkan tutupnya gerai. Selain itu, ia juga cukup kesulitan ketika mencari pekerja yang memenuhi kualifikasi.

Foto Setumpuk Stirfry Malang, salah satu bisnis F&B milik Alvin Christofer. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Setumpuk Stirfry Malang, salah satu bisnis F&B milik Alvin Christofer. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa mendirikan bisnis F&B juga membuatnya belajar berbicara dengan orang lain dan tentunya yang paling utama adalah sabar. 

Saat awal mendirikan bisnis F&B, Alvin merasa tidak terima ketika mendapatkan review yang tidak sesuai, tapi seiring berjalannya waktu ia terbiasa dengan semua kritikan dan menjadikan evaluasi untuk memperbaiki apa yang kurang pada bisnisnya. 

"Namanya kita jualan makanan tuh berelasi dengan banyak orang. Kalau kita jualan online kan mungkin kita tidak tau ya orangnya. Tapi kalau kita di sini kan kita bener-bener kelihatan. Customer itu senang apa tidak senang, kita pun juga belajar, aku juga belajar ngomong ya. Belajar ngomong sama orang sama belajar sabar sih karena pasti akan ada yang review buruk," tutur sang owner Setumpuk Stirfry.

"Kalau dulu waktu awal-awal buka ya pasti, Wah emosi tidak terima, tapi sih berjalan waktu kayaknya ya harus diterima yang pasti ya apapun kalau kita jual F&B, di bisnis apapun lah kita harus bisa terima kritikan," imbuhnya.

Alvin sendiri memiliki background pendidikan di bidang manajemen. Tak heran jika ia mampu mengatur semua bisnis hingga bisa berkembang pesat.

Semasa sekolah, ia sudah pernah berjualan wafel. Kemudian di masa kuliah, ia suka memasak dan jualan lava cake. Meski demikian, Alvin mengakui jika tidak terlalu jago dalam memasak. Namun, ia memiliki lidah yang bisa merasakan cita rasa yang cocok di banyak orang.

"Sebenarnya kalau bisa masak, saya ini ya nggak bisa. Nggak jago lah. Cuma saya dikasih berkat bisa merasakan makanan, mana yang kayaknya ini cocok nih banyak orang, mana yang kayaknya ini orang-orang nggak cocok. Mungkin lidahnya lebih ke arah masyarakat lah. Jadi kayaknya rasanya ini orang-orang banyak suka," jelas Alvin Christofer.

Tak heran, bisnis F&B miliknya kini ramai diminati karena rasanya cocok di lidah banyak orang, hingga berkembang dari Malang ke berbagai daerah di Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Alvin Christofer Setumpuk Stirfry Owner Malang Kota Malang Kuliner Malang