Korban Kebakaran Ruko di Malang Masih Kritis, Jalani Perawatan Intensif di RSSA

24 September 2026 16:53 24 Sep 2026 16:53

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Korban Kebakaran Ruko di Malang Masih Kritis, Jalani Perawatan Intensif di RSSA

Kondisi ruko yang dijadikan sebagai toko kelontong 24 jam yang mengalami kebakaran pada Selasa, 22 September 2026 lalu. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kondisi Tabroni (41), korban tragedi kebakaran maut di kawasan ruko Jalan Raya Tidar, Kecamatan Klojen, Kota Malang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Kamis, 24 September 2026.

Diketahui, ia adalah korban selamat dalam kejadian yang menghanguskan tiga bangunan yang dijadikan sebagai penginapan Reddoorz, toko kelontong 24 jam, serta ruko kosong.

Pria asal Kabupaten Sumenep, Madura tersebut masih dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSSA akibat luka bakar parah yang dialaminya.

Humas RSSA Malang, Muhammad Syamsul Bakhri mengatakan, tim medis telah menberikan penanganan ekstra karena korban mengalami luka bakar mencapai 70 persen di sekujur tubuhnya.

"Hingga saat ini, korban masih dalam perawatan intensif karena kondisi luka bakarnya cukup luas. Mohon doanya agar bisa segera melewati masa kritis ini," jelasnya, Kamis, 24 September 2026. 

Dirinya juga menyampaikan, bahwa kondisi korban belum sadarkan diri. Diketahui, kondisi korban sangat mengkhawatirkan sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu yang lama. 

"Saat ini belum sadar dan masih dirawat di ruang ICU. Kondisinya masih memerlukan perhatian khusus," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan ruko yang terletak di Jalan Raya Tidar, Kecamatan Klojen, Kota Malang mengalami kebakaran pada Selasa pagi, 22 September 2026. Setidaknya, ada tiga bangunan ruko yang terbakar yaitu penginapan Reddoorz, toko kelontong, dan ruko kosong. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB dengan titik kebakaran berawal dari ruko yang dijadikan sebagai toko kelontong. Sebagai informasi, toko kelontong itu baru berjualan sekitar tiga bulan dan buka selama 24 jam dengan berjualan sembako, bensin eceran, hingga rokok.

Dalam kejadian itu, Damkar Kota Malang mengerahkan lima unit mobil pemadam berikut 15 personel dan kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.45 WIB. 

Terdapat dua korban dalam peristiwa kebakaran tersebut dan keduanya merupakan penjaga toko kelontong. Satu korban atas nama Tabroni mengalami luka bakar parah dan telah dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan korban lainnya yang bernama Habibie ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam bak kamar mandi yang berada di lantai dua ruko. 

Untuk penyebab kebakaran, diduga berawal dari salah satu korban sedang memasak mie. Kemudian, kompor itu meledak lalu apinya menyambar ke tempat penyimpanan atau jerigen berisi bensin yang berada di sebelahnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Korban Selamat Kebakaran Ruko Dirawat Intensif RSSA Malang Luka Bakar Kondisi Kritis Kota Malang