Tragedi Sound Horeg di Mulyorejo Kota Malang Berakhir Damai, Begini Kronologinya

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

15 Jul 2025 18:08

Thumbnail Tragedi Sound Horeg di Mulyorejo Kota Malang Berakhir Damai, Begini Kronologinya
Mediasi antara panitia pawai budaya dan korban di Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. (Foto: Polresta Malang Kota)

KETIK, MALANG – Tragedi sound horeg yang terjadi di Mulyorejo, Kota Malang pada Minggu 13 Juli 2025 telah berakhir damai. Mediasi antara panitia Festival Budaya Beraih Desa dan juga korban, MA (57) sudah berjalan Senin esok harinya. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Siswanto Heru, Lurah Mulyorejo. Ia menjelaskan bahwa mediasi berjalan lancar dan kedua belah pihak saling menghargai keputusan yang ditetapkan. 

"Keduanya saling menghargai. Ini memang bersih desa, gawenya warga Mulyorejo. Gejolaknya kan karena masalah sepele, sound sudah dikecilkan (saat itu), sekarang tidak ada masalah apa-apa," ujarnya, Selasa 15 Juli 2025.

Baik MA maupun peserta pawai budaya saling mengedepankan emosi. Saat terjadi gesekan, warga yang berada di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Budi Utomo segera meleraikan pihak yang bersitegang.

Baca Juga:
UAS: Keteladanan Orang Tua, Kunci Anak Cintai Allah

"Ini bukan acara tiap tahun, hanya 2-3 tahun sekali. Mungkin bapaknya (korban) terlalu emosi, dan anak-anak muda juga emosi. Akhirnya bisa diredam karena kalau berantem ya gak akan ada hasilnya," lanjutnya.

Pada hasil mediasi kemarin, korban mendapatkan kompensasi senilai Rp2 juta dari panitia. Terlebih korban mengalami luka di bagian dahi dan langsung diberikan pengobatan.

Nur, tetangga korban menjelaskan pasca kejadian, korban masih berkegiatan seperti biasa. Hanya saja ia mengaku masih segan untuk menyapa.

"Saya masih sungkan untuk menegur. Orangnya masih keluar rumah, biasa saja. Ikut tahlilan, dia juga titip kue di seberang karena di sana kan tiap pagi ada yang jualan," jelasnya.

Baca Juga:
Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

Sementara itu Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto menjelaskan bahwa pertikaian dimulai akibat suara sound system yang terlalu keras. Korban mencoba menegur peserta pawai sebab kondisi anaknya yang sedang sakit.

"Istri korban, RM, teriak-teriak di jalan saat ada peserta nomor urut 2 dari warga RT 02 RW 04 yang lewat, supaya sound dimatikan. Tahu istrinya teriak-teriak, MA keluar dan mendorong salah satu peserta. Peserta yang lain tidak terima, akhirnya terjadi pemukulan," ujar Ipda Yudi.

MA pun sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota. Sebelum laporan diproses lebih lanjut, kedua belah pihak memilih untuk berdamai dengan mediasi bersama pihak kelurahan dan kepolisian.

"Korban sempat membuat laporan, tapi kemudian berniat mencabutnya karena sudah terjadi kesepakatan damai dan penyelesaian secara kekeluargaan," jelasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Mantan Dosen dan Universitas PGRI Palembang Akhirnya Berdamai dalam Gugatan Perdata

Baca Selanjutnya

Nurochman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Ketenagakerjaan dan Vokasi di Kota Batu   ‎

Tags:

Mediasi Sound Horeg #Kota Malang Kronologi Pertikaian

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

17 April 2026 19:10

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda