KETIK, MALANG – Presidium Aremania akhirnya buka suara ihwal insiden pengeroyokan terhadap sejumlah wisatawan asal Surabaya dan perusakan di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. Mereka menyesalkan kejadian tersebut.
"Organisasi Aremania Utas menyesalkan kejadian yang terjadi di vila kawasan Wediawu," tulis Presidium Aremania melalui akun Instagram @satuaremania.
"Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang," sambungnya.
Lebih lanjut, Presidium Aremania juga menyiapkan pendampingan hukum. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada anggota mereka yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Kami telah menyiapkan tim pendampingan hukum guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," tutur mereka.
Selain itu, Presidium Aremania mengimbau seluruh elemen Aremania untuk menjaga kondusivitas, menahan diri, serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, dugaan aksi pengeroyokan dan perusakan kendaraan itu terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Selasa, 5 Mei 2026, dini hari. Peristiwa tersebut menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya yang menginap di sekitar lokasi.
Menurut informasi yang berkembang, aksi perusakan diduga dipicu oleh ucapan rasis dari rombongan wisatawan asal Surabaya. Rombongan tersebut juga diduga merupakan oknum suporter.
Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Ketik.com, Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
