KETIK, MALANG – Manajemen Arema FC buka suara terkait aksi protes Aremania—julukan pendukung Arema—menyusul kekalahan tim tersebut dari Persik Kediri pada Minggu, 3 Mei 2026 malam.
Mereka meminta maaf kepada masyarakat Malang Raya atas ketidaknyamanan di jalan raya yang menimbulkan kemacetan di sekitar Kandang Singa, Jalan Mayjen Panjaitan No. 42, Kota Malang.
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada warga dan pengguna jalan di sekitar kantor klub yang terganggu akibat aksi massa,” kata General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, Senin, 4 Mei 2026.
Menurut Inal, sapaan karibnya, klub menghargai aspirasi Aremania sebagai bentuk kecintaan. Namun, ia berharap Aremania tetap menjaga kondusivitas tanpa melakukan tindakan destruktif.
Selain itu, Inal juga mengultimatum timnya. Ia meminta seluruh jajaran tim pelatih dan skuad Arema menggelar evaluasi total.
“Kepada jajaran tim, kami minta, meski Arema sudah aman dari zona degradasi, manajemen tidak menoleransi hasil buruk yang telah terjadi,” ujar Inal.
“Kami minta pelatih dan pemain melakukan koreksi total serta wajib mengincar kemenangan di seluruh laga sisa, baik kandang maupun tandang,” tegasnya.
Menurut Inal, manajemen Arema FC kecewa dengan raihan skuad besutan Marcos Santos dalam dua laga terakhir. Mereka menegaskan tidak ada alasan untuk tidak membenahi performa dalam sisa kompetisi ini.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai meski sudah lolos dari degradasi. Kami mendesak pelatih dan pemain untuk serius berbenah. Jawaban terbaik atas kritik Aremania adalah kemenangan di lapangan!” tegas Inal. (*)
