Perkuat Wawasan Kebangsaan, Pusdipwasbang Unitri Ajak Generasi Muda Refleksi Hari Lahir Pancasila dan KAA Bandung

8 Juni 2026 20:30 8 Jun 2026 20:30

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perkuat Wawasan Kebangsaan, Pusdipwasbang Unitri Ajak Generasi Muda Refleksi Hari Lahir Pancasila dan KAA Bandung

Pusdipwasbang Unitri mengajak mahasiswa refleksi momen Hari Lahir Pancasila dan Konferensi Asia-Afria Bandung. (Foto: Agustinus Ghunu)

KETIK, MALANG – Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (Pusdipwasbang) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) mengajak generasi muda untuk merefleksikan momen hari lahir Pancasila dan Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung 1955. Refleksi tersebut sebagai upaya memperkuat wawasan generasi muda sebagai penerus bangsa. 

Refleksi diimplementasikan dalam Diskusi dan Seminar Terbatas bertemakan 'Dari Bandung untuk Dunia: Reaktualisasi Pancasila dan Semangat Asia-Afrika dalam Menghadapi Geopolitik Global, pada Minggu 7 Juni 2026.

Rektor Unitri, Prof Dodi Wirawan Irawanto menjelaskan Pancasila merupakan nilai luhur dan nafas bagi bangsa Indonesia. Ir Soekarno menjadi salah satu peramu nilai-nilai luhur masyarakat yang dituangkan pada Sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

“Ketika berbicara tentang Pancasila, kita juga berbicara tentang perjalanan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga keyakinan bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Pancasila juga mengandung nilai-nilai kemanusiaan dan internasionalisme. Hal tersebut terkandung dalam amanat Pembukaan UUD 1945 dan diwujudkan melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Kemudian tercetuslah Dasasila Bandung. 

"Melalui Konferensi Asia-Afrika, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa perjuangan kemerdekaan, perdamaian, persamaan derajat, dan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa merupakan bagian dari nilai-nilai yang diperjuangkan oleh bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pusdipwasbang Unitri, Agustinus Ghunu menjelaskan melalui seminar tersebut, diharapkan wawasan generasi muda lebih terbuka lebar. Khususnya mengenai relevansi Pancasila dan semangat KAA Bandung di era modern ini. 

Terlebih nilai-nilai dalam Pancasila dan Dasasila Bandunh harus hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga menambahkan, peran Soekarno sebgai penggali Pancasila dan Mr Ali Sastroamidjojo dalam KAA Bandung memberikan dampak besar bagi perjalanan kemerdekaan. 

“Kita ingin mengingatkan kembali bahwa Pancasila dan Konferensi Asia-Afrika bukan sekadar peristiwa sejarah. Keduanya merupakan warisan pemikiran yang masih sangat relevan untuk membangun persatuan bangsa, memperkuat karakter kebangsaan, dan menumbuhkan tanggung jawab Indonesia dalam ikut mewujudkan ketertiban dunia,” ujarnya.

Untuk itu dalam seminar turut menghadirkan dua narasumber nasional yakni Karyono Wibowo dan FX Domini BB Hera. Mahasiswa diberikan penekanan terkait pentingnya meneladani para pendiri bangsa. 

"Harapannya mahasiswa juga bisa memadukan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan universal dalam membangun Indonesia. Selain itu ikut kontribusi untuk perdamaian dan ketertiban dunia," lanjutnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pusdipwasbang Unitri Hari Lahir Pancasila Kaa Bandung