KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang telah merencanakan untuk melaksanakan uji coba jalan tembus Griya Shanta pada Jumat, 24 Juli 2026 besok. Pelaksanaan uji coba sendiri tidak berlangsung selama 24 jam penuh, melainkan pada waktu-waktu tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia menjelaskan uji coba dilakulan demi mengetahui kelayakan jalan.
"Mulai hari Jumat tapi sebelumnya itu kita uji dulu terkait fungsi rambu-rambunya itu. Jadi untuk menguji kelayakan jalannya saja," ujar Wahyu, Kamis, 23 Juli 2026.
Selama uji coba berlangsung, Pemkot Malang akan melakukan pendataan terkait kebutuhan jalan. Kekurangan akan dilengkapi demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Iya, makanya kelengkapan-kelengkapan jalan, kelayakan jalannya. Dengan uji coba itu untuk melihat mana yang kurang, mana yang harus kita benahi lagi," lanjutnya.
Wahyu juga merespon penolakan sejumlah warga Perumahan Griya Shanta terhadap jalan tembus tersebut. Menurutnya, penolakan merupakan hal yang wajar terjadi.
Di sisi lain Pemkot Malang juga mengikuti proses hukum yang diajukan oleh warga setempat. Wahyu menilai bahwa langkah yang dilakukan Pemkot Malang telah sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Penolakan wajar, tapi jalur hukumnya sudah kita proses semua. Sudah ada dasar bagi kita untuk melakukan hal tersebut. Jadi apa yang diragukan oleh masyarakat sudah terbukti jawaban-jawaban baik dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Ombudsman pun juga sudah menjawab bahwa apa yang dilakukan Pemkot Malang sesuai dengan hukum," kata Wahyu.
Ia menambahkan, jalan tembus Griya Shanta dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat luas. Jalan tembus tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan kepadatan arus lalu lintas yang berada di sekitar kawasan itu.
"Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang berdasar. Masyarakat yang membutuhkan terkait dengan fasum tersebut sudah tidak kuat, akhirnya sampai dengan membongkar (tembok) sendiri. Dengan pembongkaran ini, kami mengadakan uji coba untuk melihat kelayakan jalan di Griya Shanta," pungkasnya. (*)
