Mengenal Komunitas Eastlectric, Wadah Penunggang Kendaraan Roda Satu Elektrik di Jatim

24 Juli 2026 06:00 24 Jul 2026 06:00

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mengenal Komunitas Eastlectric, Wadah Penunggang Kendaraan Roda Satu Elektrik di Jatim

Salah satu anggota komunitas Eastlectric saat mengendarai EUC di jalan raya menuju kawasan Gunung Bromo. (Foto: Eastlectric)

KETIK, MALANG – Kehadiran kendaraan roda satu elektrik atau yang lebih dikenal dengan electric unicycle (EUC) di Jawa Timur kian berkembang. Tidak hanya sekadar hobi semata, melainkan telah menjelma sebagai moda komuter yang praktis untuk menembus kemacetan kota.

Mengakomodasi hal tersebut, komunitas Eastlectric hadir sebagai wadah berkumpulnya para pengendara EUC. Komunitas yang kini telah menginjak usia dua tahun ini terbentuk dari inisiatif pengguna EUC di Malang yang saling terhubung lewat media sosial.

Pengurus Eastlectric, Edi Nugroho, mengatakan bahwa mulanya komunitas tersebut berupa perkumpulan kecil dengan jumlah anggota dua orang. Namun, seiring berjalannya waktu, komunitas kian berkembang dan merangkul pengguna EUC dari wilayah Surabaya, Pandaan, hingga Kediri.

"Awalnya, nama grup kami EUC Malang. Karena cakupan anggotanya makin luas dari berbagai daerah di Jawa Timur, kami sepakat mengubah nama menjadi Eastlectric," jelasnya kepada Ketik.com, Kamis, 23 Juli 2026.

Foto Pengendara EUC dari komunitas Eastlectric saat berkendara turing melintasi Kecamatan Jabung Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)Pengendara EUC dari komunitas Eastlectric saat berkendara touring melintasi Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. (Foto: Eastlectric)

Saat ini, Eastlectric memiliki anggota sebanyak 16 orang. Kehadiran komunitas ini juga merangkul kembali para pengguna EUC di Surabaya yang sempat vakum.

Untuk skala nasional, keberadaan komunitas pengguna EUC terbilang sangat aktif di dua daerah, yakni Jakarta yang diwadahi oleh PEV dan Malang melalui Eastlectric.

Edi mengaku tertarik berawal dari rasa penasaran. Lalu, pada bulan Juni 2024, ia nekat membeli EUC KingSong S-16 Pro buatan Cina.

"Saya tidak punya keahlian sama sekali untuk mengendarai, bahkan sempat kepikiran untuk menjual kembali. Tetapi karena sudah terlanjur, akhirnya saya tekuni dengan belajar secara autodidak dari video Youtube," ungkapnya.

Dibutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi Edi hanya untuk melatih keseimbangan dan menguasai teknik dasar berkendara. Setelah enam bulan berlatih dan terbiasa, ia pun mengendarai EUC tersebut di jalan raya.

"Usai satu tahun berkutat di jalan aspal, saya mengeksplorasi lebih jauh. Kini, saya pakai EUC LeaperKim Lynx dan sudah melakukan touring antar kota hingga trabasan lewat jalur pegunungan dan sawah," terangnya.

Di komunitas Eastlectric tersebut, terdapat berbagai macam kegiatan, mulai dari berkendara malam saat akhir pekan, sosialisasi ke masyarakat terkait EUC yang rutin dilakukan di acara CFD Jalan Ijen, serta turing antarkota.

"Baru-baru ini, kami telah melakukan touring terjauh dengan rute Jakarta hingga Banyuwangi. Ada empat anggota yang ikut, dan menjadi pembuktian bahwa EUC bukan alat komuter jarak pendek, tetapi juga tangguh untuk perjalanan jarak jauh," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Taufiq Saini yang juga pengurus komunitas Eastlectric. Ia mengaku tidak terlalu sulit mengendarai EUC karena bagian tubuh yang menjadi kontrol kemudinya.

"Yang penting tetap memakai helm, pelindung siku dan lutut serta sarung tangan. Bagian kontrol adalah tubuh kita sendiri. Kalau ingin maju, maka badan dicondongkan ke depan dan kalau mengerem maka badan diarahkan ke belakang," bebernya.

Bagi yang tertarik menekuni hobi atau menjadikan EUC sebagai moda transportasi harian, pilihan unit yang beredar di pasaran terbilang cukup beragam sesuai dengan kebutuhan.

"Harganya juga tidak terlalu mahal, dengan budget Rp6 juta bisa memiliki EUC dengan jarak tempuh 10 kilometer dan kecepatannya 20 kilometer per jam. Sementara untuk profesional atau pengguna tingkat lanjut, bisa membeli EUC dengan spesifikasi lebih tinggi dengan kisaran harga antara Rp30 juta hingga Rp40 juta," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Komunitas Eastlectric Electric Unicycle Eastlectric Kingsong S-16 Pro