KETIK, LEBAK – Harapan ratusan penyintas banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, untuk segera menempati Hunian Tetap (Huntap) semakin menguat.
Hal itu menyusul hampir rampungnya pekerjaan pengerasan jalan menuju lokasi Huntap yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Banten.
Warga Hunian Sementara (Huntara) Lebakgedong, Zaenudin, mengatakan papan informasi proyek yang sebelumnya sempat dipertanyakan warga kini telah dipasang di lokasi pekerjaan.
Menurutnya, keberadaan papan proyek menjadi bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai pembangunan akses jalan menuju Huntap.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder di Provinsi Banten yang telah membantu mempercepat pembangunan akses jalan menuju Hunian Tetap di Kecamatan Lebakgedong. Sekarang papan informasi proyek juga sudah ada, sehingga masyarakat mengetahui pekerjaan yang sedang dilaksanakan," kata Zaenudin kepada wartawan, Minggu 2 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan kondisi di lapangan, progres pengerasan jalan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
Bahkan, pihak pelaksana menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan pengerasan jalan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
"Alhamdulillah, per hari ini pengerasan jalan menuju Hunian Tetap sudah mencapai sekitar 90 persen. Kami juga mendapatkan informasi dari pihak yang mengerjakan bahwa besok proses pengerasan jalan akan selesai seluruhnya," ujarnya.
Zaenudin menilai rampungnya pembangunan akses jalan merupakan langkah penting untuk mempercepat pembangunan rumah permanen bagi para korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada awal 2020.
Menurutnya, dengan selesainya akses jalan, tidak ada lagi kendala infrastruktur yang dapat dijadikan alasan untuk menunda pembangunan Huntap.
Selain itu, kata dia, pekerjaan pematangan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lebak juga telah selesai dilaksanakan.
"Proses pematangan lahan yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Lebak sudah selesai pada bulan lalu. Artinya, seluruh persiapan dasar sudah tersedia untuk memulai pembangunan Hunian Tetap," tuturnya.
Atas dasar itu, Zaenudin mendesak Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar segera merealisasikan pembangunan Huntap yang telah lama dinantikan masyarakat.
"Kami meminta kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian PKP, agar tidak lagi memberikan alasan apa pun untuk menunda pembangunan Hunian Tetap. Jalan sudah hampir selesai dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten dan pematangan lahan juga sudah selesai oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Kami berharap pembangunan rumah yang layak dan aman bagi masyarakat penyintas bencana alam tahun 2020 di Kecamatan Lebakgedong dapat segera dimulai," tegasnya.
Ia mengatakan, masyarakat telah menunggu selama bertahun-tahun di Hunian Sementara dan berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan rumah permanen agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.
"Kami ingin segera mengakhiri masa tinggal di Hunian Sementara. Harapan kami sederhana, yaitu memiliki rumah yang layak, aman, dan bisa ditempati bersama keluarga. Semoga pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Hunian Tetap bagi seluruh penyintas bencana di Kecamatan Lebakgedong," pungkasnya.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan pelaksanaan perkerasan jalan menuju Hunian Tetap Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak (Tahap III).
Proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp845.902.000 dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Dari dokumentasi di lapangan, pekerjaan pengerasan jalan terlihat telah memasuki tahap akhir dengan hamparan material batu yang membentang di sepanjang akses menuju kawasan Hunian Tetap.(*)
