ChatGPT Cs Ubah Dunia Digital, Riset: 51,7 Persen Artikel di Internet Kini Hasil Karya AI

15 Juli 2026 02:00 15 Jul 2026 02:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail ChatGPT Cs Ubah Dunia Digital, Riset: 51,7 Persen Artikel di Internet Kini Hasil Karya AI

Ilustrasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten digital. Riset terbaru menunjukkan lebih dari separuh artikel di internet kini ditulis menggunakan teknologi AI. (Foto: Thinkstock)

KETIK, JAKARTA – Hasil karya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini membanjiri dunia digital.

Jika sebelumnya AI hanya berperan sebagai alat bantu, sekarang teknologi tersebut mulai mendominasi produksi konten di internet, termasuk penulisan artikel.

Berdasarkan riset terbaru yang dirilis Graphite, lebih dari separuh artikel yang beredar di internet kini merupakan hasil karya AI, bukan lagi sepenuhnya ditulis oleh manusia.

Dalam penelitian tersebut, lonjakan yang sangat signifikan terjadi dalam lima tahun terakhir.

Pada Januari 2020, artikel yang dihasilkan AI hanya mencapai 2,2 persen dari sampel yang diteliti. Namun pada Mei 2025, angkanya melonjak menjadi 51,7 persen.

Artinya, mayoritas artikel dalam sampel penelitian tersebut kini diproduksi menggunakan teknologi AI.

Studi tersebut menganalisis sekitar 65.000 URL berbahasa Inggris yang berasal dari basis data Common Crawl.

Sebuah artikel dikategorikan sebagai hasil AI apabila lebih dari 50 persen isi teksnya terdeteksi ditulis menggunakan sistem kecerdasan buatan.

Graphite memperkirakan titik balik terjadi pada November 2024.

Untuk pertama kalinya, jumlah artikel yang diproduksi AI melampaui artikel yang sepenuhnya ditulis manusia.

Pada awal 2020, sekitar 97,8 persen konten masih dibuat manusia.

Namun, setelah kehadiran ChatGPT dan berbagai model AI generatif lainnya, pertumbuhan penggunaan AI dalam penulisan artikel meningkat sangat cepat.

Hanya setahun setelah ChatGPT diperkenalkan ke publik, tepatnya pada November 2023, pangsa artikel buatan AI telah mencapai sekitar 39 persen.

Tren tersebut terus berlanjut hingga Januari 2025, ketika artikel hasil AI sempat menyentuh angka 55,1 persen sebelum berada di kisaran 51,7 persen pada Mei 2025.

Di balik kemudahan tersebut, masyarakat perlu lebih cermat saat membaca informasi.

Sebab, tidak semua tulisan AI telah melalui proses pengecekan fakta atau penyuntingan oleh manusia.

Lantas, bagaimana cara mengenali tulisan yang dibuat AI? Berikut beberapa ciri yang bisa diperhatikan.

Cara Mengenali Hasil Tulisan yang Dibuat AI

1. Sering Mengulangi Ide

Ini ciri paling gampang dikenali. AI sering mengulang satu ide berkali-kali hanya dengan mengganti susunan kalimat.

Sekilas terlihat lengkap, tetapi kalau diperhatikan isinya hanya mengulang poin yang sama.

Akibatnya, artikel terasa panjang, tetapi minim informasi baru.

2. Bahasanya Rapi dan Kaku

Tulisan AI biasanya nyaris tanpa kesalahan tata bahasa.

Namun justru karena terlalu sempurna, kalimatnya sering terasa kaku dan kurang natural.

Tidak jarang AI memakai frasa yang sebenarnya jarang diucapkan atau ditulis manusia dalam percakapan sehari-hari.

3. Pakai Diksi yang Mudah Ditebak

Pengguna AI pasti akrab dengan kalimat seperti "selain itu", "lebih lanjut", "di sisi lain", "oleh karena itu", atau "tidak hanya, tetapi juga".

Kalimat-kalimat semacam ini memang tidak salah.

Tetapi jika muncul hampir di setiap paragraf, patut dicurigai artikel tersebut dibuat AI.

4. Kadang Rasanya Tidak Nyambung

AI kadang memasukkan informasi yang sebenarnya tidak terlalu berkaitan dengan topik utama.

Artikel terlihat penuh data, tetapi ketika dibaca lebih teliti, beberapa pembahasan justru keluar jalur dan tidak memberikan nilai tambah.

Berbeda dengan tulisan manusia yang biasanya memiliki sudut pandang, pengalaman, bahkan emosi yang membuat alurnya terasa lebih hidup.

5. Terlihat Meyakinkan

Jangan langsung percaya hanya karena tulisannya terdengar pintar.

AI bisa saja menyebut angka, nama tokoh, hasil penelitian, bahkan mengutip peristiwa yang ternyata tidak pernah ada atau tidak sesuai fakta.

Karena itu, biasakan mengecek ulang informasi dari sumber resmi, terutama jika berkaitan dengan kesehatan, hukum, pendidikan, atau keuangan.

6. Tes Pakai AI Detector

Kalau masih penasaran, Anda bisa mengecek tulisan menggunakan alat pendeteksi AI seperti GPTZero, ZeroGPT, atau Writer AI Content Detector.

Namun hasilnya jangan dijadikan patokan mutlak. Sebab, alat tersebut juga bisa keliru.

Pada akhirnya, AI hanyalah alat bantu. Jadi, lain kali saat membaca artikel di internet, jangan hanya terpukau oleh bahasa yang rapi.

Bacalah dengan kritis, cek sumbernya dan stay creative.(*)

Tombol Google News

Tags:

Artificial Intelligence AI Graphite Chat G P T Common Crawl Konten Digital Artikel Ai teknologi internet transformasi digital Berita Teknologi Info Teknologi