KETIK, JAKARTA – Bezzecchi kembali harus mengakui keunggulan Marc Marquez setelah finis kedua dalam Sprint Misano, Sabtu (12/9). Lebih menyakitkan lagi, skenarionya hampir sama persis dengan yang terjadi di Aragon.
Start dari pole, Bezzecchi langsung disalip Marc di Tikungan 1.
Marc melakukan pengereman agresif dari posisi kedua dan berhasil mengambil alih pimpinan lomba sebelum Bezzecchi sempat memanfaatkan keuntungan sebagai pole-sitter. Dari sana, rider Ducati Lenovo tersebut memimpin hingga garis finis.
Bezzecchi memang tidak langsung menyerah.
Pada beberapa lap pertama, rider Aprilia itu terus menempel Marc. Bahkan memasuki pertengahan Sprint, jaraknya kembali terpangkas hingga kurang dari setengah detik. Bezzecchi terlihat punya peluang untuk memberikan tekanan serius.
Tetapi Marc kembali punya jawaban.
Ketika Bezzecchi mulai mendekat, Marquez justru meningkatkan ritmenya dan mencatat lap tercepat balapan. Gap kembali melebar dan pada akhirnya mencapai 1,068 detik ketika keduanya melewati garis finis.
Bezzecchi mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut.
Dilansir dari AS, Bezzecchi mengatakan dirinya sudah melakukan hampir semuanya dengan benar dan tidak merasa perlu menyalahkan pilihan ban atau performanya sendiri.
“Saya puas dan tidak kecewa karena sudah memberikan semua yang saya punya. Menurut saya, saya melakukan semuanya dengan baik, bahkan lebih baik dibanding Sprint Aragon.”
Ia juga mengakui bahwa Marc memang sedikit lebih cerdik dalam pertarungan kali ini.
“Marc mungkin sedikit lebih pintar, jadi saya tidak punya banyak hal untuk disesali. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengucapkan selamat kepadanya.”
Hasil ini sekaligus menjadi finis Sprint terbaik Bezzecchi sepanjang musim 2026. Pole position yang diraihnya pada pagi hari juga menunjukkan bahwa Aprilia benar-benar memiliki kecepatan untuk bertarung di depan.
Sebelumnya, Bezzecchi bahkan menjadi pembalap pertama yang menembus batas 1 menit 30 detik di Misano. Ia mencatat waktu 1:29,982 untuk merebut pole, sekaligus memecahkan rekor lap sebelumnya milik Francesco Bagnaia.
Ada satu hal lain yang membuat performa Bezzecchi semakin menarik. Ia menjalani akhir pekan kandangnya dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal.
Sehari sebelumnya, Bezzecchi mengungkapkan bahwa motornya masih mengalami getaran yang cukup mengganggu, sementara lututnya juga belum sepenuhnya pulih. Namun, ia tetap mampu menjadi yang tercepat dalam sesi Jumat dan kemudian mengamankan pole pada Sabtu pagi.
Kini, perhatian Bezzecchi beralih ke balapan utama.
Ia tahu persis apa yang harus diperbaiki: start.
Dua kali beruntun di Aragon dan Misano, Marc berhasil mengalahkannya di Tikungan 1 ketika Bezzecchi memulai dari pole. Dan jika Aprilia kembali memiliki pace seperti yang ditunjukkan dalam Sprint, Bezzecchi sebenarnya punya peluang besar untuk membalas pada balapan 27 lap hari Minggu.
“Saya berharap besok bisa membuat hidup Marc sedikit lebih sulit,” ujar Bezzecchi setelah Sprint. (*)
