Jumlah Korban Nyaris Seribu Jiwa, Pemerintah Didesak Segera Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera

Editor: Muhammad Faizin

13 Des 2025 11:25

Headline

Thumbnail Jumlah Korban Nyaris Seribu Jiwa, Pemerintah Didesak Segera Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera
Ketua PP Muhammadiyah bidang Hukum, HAM dan Hikmah, Busyro Muqoddas dalam jumpa pers secara daring. (Potongan layar Youtube Walhi)

KETIK, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional atas rangkaian tragedi kemanusiaan yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam dua pekan terakhir.

Desakan tersebut disampaikan Busyro dalam konferensi pers daring Posko Nasional untuk Sumatera yang digelar oleh Walhi bersama sejumlah elemen sipil lain. 

Dalam pernyataannya, Busyro memberikan tenggat waktu tegas kepada pemerintah. Ia meminta Presiden segera menetapkan status darurat kemanusiaan paling lambat dalam dua hari.

“Segera, dalam waktu dua hari paling lama, tetapkan status darurat kemanusiaan untuk tiga wilayah tersebut,” tegasnya, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Sabtu, 13 Desember 2025. 

Baca Juga:
Mas Mirdasy: Rendah Hati yang "Panjang Tangan"

Desakan serupa juga ia tujukan kepada DPR RI. Busyro meminta para wakil rakyat tidak bersikap pasif dan mengabaikan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana.

“Mereka adalah perwakilan rakyat, bukan perwakilan taipan dan kepentingan lainnya,” kata Busyro.

Busyro menilai bencana yang telah menewaskan 990 orang dan menyebabkan 222 orang hilang per Kamis, 11 Desember 2025 itu tidak bisa dipandang sebagai bencana alam semata. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus kegagalan etika dan moral kebangsaan.

Menurut Busyro, banjir bandang dan longsor yang membawa gelondongan kayu serta menghancurkan permukiman warga merupakan dampak dari kriminalisasi lingkungan, radikalisasi kebijakan, hingga apa yang ia sebut sebagai terorisme politik negara.

Baca Juga:
Siapa Mau Masuk Istana Negara? Prabowo Persilakan Siswa-Siswi Ruang Rapat Presiden

Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan akibat langsung dari kebijakan negara yang mengatasnamakan investasi. Busyro menyamakan kondisi tersebut dengan sejumlah kasus lain, seperti Rempang, Ternate, Morowali, hingga Pantai Indah Kapuk.

“Tragedi ini adalah hasil dari praktik hilirisasi radikalisme politik yang berujung pada terorisme politik. Korban nyatanya adalah rakyat,” paparnya.

Busyro juga menuding proyek-proyek pemerintah, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai hulu persoalan yang memicu rangkaian bencana tersebut.

Dalam praktiknya, lanjut Busyro, proyek-proyek itu justru berubah menjadi “proyek sengsara nasional” yang memiliki payung politik melalui berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Minerba, serta aturan lain yang berkaitan.

Ia turut menyoroti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menurutnya kerap digunakan aparat penegak hukum untuk menjerat aktivis demokrasi dan hak asasi manusia.

Busyro mengakhiri pernyataannya dengan nada empati kepada para korban. Ia menegaskan bahwa masyarakat di tiga wilayah terdampak tidak menghadapi musibah ini sendirian.

“Maaf. Sahabat-sahabat kami di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Anda tidak mungkin sendirian. Kami akan setia mendampingi dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Busyro.

Pemerintah sendiri dalam sejumlah kesempatan bersikukuh tidak akan menetapkan status bencana nasional untuk bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Pemerintah juga bersikukuh menolak masuknya bantuan asing.

Alasan yang dikemukakan adalah karena pemerintah menilai pemerintah daerah dan pusat masih sanggup mengatasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. 

Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Aceh yang kedua kalinya menekankan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat untuk mendukung percepatan pemulihan di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang. Kepada warga terdampak, Presiden Prabowo memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah.

“Insyaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini. Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” ujar Presiden di Posko Pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat, 12 Desember 2025, seperti dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan. (*)

Baca Sebelumnya

Lyco Coffee Sampang Gelar Ngaji Tanpa Topeng, Ajak Anak Muda Maknai Hijrah Secara Jujur

Baca Selanjutnya

"Para Perasuk" Karya Wregas Bhanuteja Tayang Perdana di Sundance Film Festival 2026

Tags:

Bencana Nasional banjir sumatera Banjir Aceh Busyro Muqoddas Muhammadiyah tragedi kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar