KETIK, JAKARTA – Muhammad Qodari memiliki posisi strategis dalam Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia merupakan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia yang bertugas mengelola dan memperkuat komunikasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Qodari diangkat oleh Presiden sebagai Bakom RI melalui Keputusan Presiden Nomor 52/P Tahun 2026 setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Ia menggantikan Angga Raka Prabowo.
Sebelum bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, Qodari dikenal sebagai pengamat politik dan peneliti. Ia memulai kiprahnya di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada 1999 hingga 2001 dan berlanjut di Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Qodari sempat dipercaya sebagai Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI). Lewat berbagai pengalaman tersebut, Qodari kemudian mendirikan Indo Barometer pada tahun 2006, lembaga yang fokus pada riset dan kajian sosial-politik masyarakat Indonesia.
Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan tersebut juga sempat berkecimpung di media massa. Qodari menjadi pembawa acara program politik serta menjadi chief editor Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine.
Lahir pada 15 Oktober 1973, Qodari punya latar belakang akademik yang cukup kuat di bidang sosial politik. Qodari menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Psikologi Sosial di Universitas Indonesia. Pendidikan magisternya ditempuh di University of Essex, Inggris dengan fokus pada perilaku politik.
Sementara gelar doktornya diraih dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada 2016. Dalam disertasinya, ia membahas fenomena split-ticket voting dan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan pemilih dalam Pemilu 2014.
Qodari masuk ke dunia pemerintahan setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia dilantik sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada Oktober 2024. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2024.
Belum setahun menjabat, dia kemudian diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 17 September 2025. Kariernya kian menanjak setelah Qodari mendapat kepercayaan untuk menjadi kepala Bakom RI pada April 2026.
Sebagai Kepala Bakom RI, Qodari menghadapi tantangan komunikasi pemerintah yang semakin kompleks di tengah perkembangan media sosial dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi publik.
Namun, dengan latar belakang sebagai peneliti dan pengamat politik, Qodari memiliki modal yang kuat untuk dibawa ke posisi tersebut. Pengalaman membaca data survei, memahami perilaku pemilih, serta berinteraksi dengan media menjadi bekal dalam mengelola komunikasi pemerintah.(*)
.png)