KETIK, JAKARTA – Transformasi sektor transportasi menuju energi bersih menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Apalagi pemerintah menargetkan di tahun 2060, Indonesia ditarget Net Zero Emission (NZE).
Untuk mengejar target tersebut, diperlukan sejumlah figur yang mampu merumuskan strategi dan mengawal implementasi itu. Salah satu figur itu yakni ada Dr. H. Robby Kurniawan, S.STP., M.Si., M.M.Tr., QGIA., QCRO., CGRE.
Robby Kurniawan sendiri merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdikan diri lebih dari dua dekade dalam pemerintahan. Saat ini ia dipercaya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan.
Robby lahir pada 29 Juni 1979. Robby dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi transportasi.
Pengalamannya selama lebih dari 20 tahun sebagai ASN itulah, menjadi modal penting dalam memahami dinamika kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga tantangan pembangunan sektor transportasi nasional.
Dalam beberapa kesempatan diskusi salah satunya Town Hall Meeting Penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Transportasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 26 Januari 2026 lalu misalnya, ia mengaku, perlunya ada penyusunan peta jalan di sektor transportasi untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
"Dengan serangkaian rencana aksi konkret yang berfokus pada efisiensi energi, diversifikasi energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan itulah, tujuan mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi pada tahun 2030 sekaligus membuka jalan menuju target emisi nol bersih pada tahun 2060 bisa terealisasi," katanya.
Apalagi dalam wawancara pada Senin, 24 Agustus 2026 yang dilakukan Ketik.com, ia menyebut, sekitar 157 juta ton CO2 ekuivalen per tahun disumbang dari sektor transportasi.
Tingginya emisi dari kendaraan inilah, pemerintah mengupayakan agar transformasi transportasi di Indonesia, didorong menuju energi bersih, ramah lingkungan, dan transportasi cerdas melalui kendaraan listrik.
"Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mengembangkan konsep Green Logistics Corridor untuk peremajaan kendaraan angkatan agar menggunakan energi yang lebih bersih," katanya.
Dengan menghadirkan transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan ekonomis, maka diharapkan pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke kendaraan publik.
Dengan demikian, cita-cita transportasi rendah emisi bisa segera tercapai. (*)
.png)