KETIK, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan agenda diplomasi strategisnya dengan menggelar pertemuan bilateral bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, Selasa, 14 April 2026 waktu setempat.
Setibanya di Istana Élysée, Presiden Prabowo menerima sambutan resmi dari Presiden Macron. Upacara penyambutan berlangsung khidmat dengan kehadiran pasukan kehormatan Prancis yang memberikan penghormatan militer sebagai bentuk penghargaan atas kunjungan kepala negara Indonesia.
Suasana hangat langsung terlihat saat kedua pemimpin saling berjabat tangan dan berbincang singkat sebelum memasuki agenda inti. Presiden Prabowo dan Presiden Macron kemudian menuju ruang Les Salon des Portraits untuk menggelar pertemuan tertutup secara empat mata.
Pertemuan empat mata tersebut dimanfaatkan kedua pemimpin untuk membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai sektor prioritas. Selain itu, keduanya juga saling bertukar pandangan terkait perkembangan situasi global yang terus berubah.
Usai pertemuan utama, agenda dilanjutkan dengan jamuan makan siang resmi. Momen ini menjadi bagian penting dari diplomasi tingkat tinggi yang bertujuan mempererat hubungan personal antar pemimpin sekaligus memperkokoh kemitraan strategis Indonesia–Prancis.
Kunjungan ke Prancis ini merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi Presiden Prabowo di Eropa. Sebelumnya, Presiden Prabowo lebih dulu menggelar pertemuan intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Melalui serangkaian agenda tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis yang aktif dalam mendorong kerja sama internasional, menjaga stabilitas global, serta memperjuangkan perdamaian dunia.
Dalam agenda kenegaraan ini, Presiden Prabowo turut didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Teddy menegaskan bahwa agenda pertemuan itu tidak semata diarahkan pada penguatan hubungan bilateral. Ia menyebut, momen tersebut juga dimanfaatkan Indonesia untuk menyampaikan perspektif strategis terkait perkembangan situasi global.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” pungkas Teddy. (*)
