KETIK, TULUNGAGUNG – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan) di Lotus Garden, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan kemitraan dengan dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.
Acara tersebut menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Gerindra, Ir. Endro Hermono, M.B.A., anggota DPRD Tulungagung Komisi A Fraksi Gerindra Dapil 1 Eka Yeni Retnosari, serta Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Khoirul Anam, beserta jajaran. Kegiatan juga diikuti kader partai dan peserta sosialisasi.
Usai kegiatan, Endro Hermono menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan dan tantangan pendidikan Islam di Indonesia. Menurutnya, kualitas pendidikan Islam di Tanah Air menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
Ia mencontohkan adanya lembaga pendidikan di Tulungagung yang berhasil meraih kriteria silver. Endro menyebut pencapaian tersebut menjadi satu-satunya di Indonesia.
Menurutnya, minat terhadap lembaga pendidikan Islam di Indonesia juga semakin berkembang hingga menarik peserta didik dari luar negeri.
"UIN yang ada di Medan, UIN yang ada di Palembang ini juga banyak dari Malaysia, dari Brunei juga di sana. Ini menunjukkan bahwa minat sekolah Islam yang ada di Indonesia ini semakin hari semakin banyak," ujar Endro.
Ia menilai peningkatan minat tersebut turut dipengaruhi perkembangan media sosial dan kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak di lembaga pendidikan berbasis agama. Pendidikan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan fondasi moral dan akhlak.
Terkait kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Endro menyoroti perubahan nomenklatur kementerian yang membuat penanganan sejumlah bidang menjadi lebih spesifik.
Menurutnya, sebelumnya Kementerian Agama menangani berbagai urusan, mulai dari penyelenggaraan haji hingga pendidikan. Dengan adanya pemisahan penanganan, urusan pendidikan keagamaan diharapkan mendapatkan perhatian lebih terfokus.
"Sehingga yang dulu diurus level direktur, sekarang sudah diurus level ke-dirjenan nantinya, pondok pesantren dan sebagainya. Dengan adanya dirjen ini tentunya anggaran juga lebih banyak, kemudian kebijakannya lebih luas," imbuhnya.
Sementara itu, terkait kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga honorer di lingkungan perguruan tinggi Islam, Endro menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemetaan dan pendataan secara berkala agar penanganannya dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Khoirul Anam, menjelaskan kegiatan Ngopi bertujuan mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga perlu membangun kolaborasi nyata dengan masyarakat dan dunia usaha. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di lingkungan masyarakat maupun dunia kerja.
"Kita ingin ada kolaborasi kita dengan masyarakat, dengan dunia usaha, dengan kampus biar kemudian kerjasama secara nyata bahwa kami di kampus ada proses pendidikan, tetapi kemudian kita ingin anak-anak itu juga belajar, mahasiswa itu belajar di masyarakat melalui kolaborasi kita dengan dunia usaha, dengan masyarakat," ungkap Khoirul.
Ia menjelaskan, kegiatan Ngopi merupakan program yang anggarannya bersumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mendapat amanah untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut di tingkat daerah dengan menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI.
Untuk memperkuat hubungan antara kampus dan dunia kerja, pihak kampus juga mendorong sejumlah langkah, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dunia usaha dan masyarakat, pelaksanaan program magang mahasiswa, serta evaluasi kurikulum berdasarkan kebutuhan lapangan melalui tracer study.
Melalui berbagai bentuk kerja sama tersebut, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berharap mutu pendidikan dan daya serap lulusan di dunia kerja dapat terus meningkat.(*)
