KETIK, TULUNGAGUNG – GOR Serbaguna Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, menjadi pusat pelaksanaan rapat koordinasi dan sosialisasi terkait Akselerasi Perlinsos Digital. Kegiatan itu digelar Jumat, 30 Oktober 2026.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Ngantru, para Kepala Desa se-Kecamatan Ngantru, perwakilan perangkat desa, SDM/Pendamping PKH, Babinsa, Bhabinkamtibmas, operator SIKS-NG, serta para undangan terkait lainnya.
Kegiatan marathon yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta mempercepat proses pemutakhiran dan pendaftaran data Perlinsos Digital hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pelayanan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Fahmi Ali, S.STP., menekankan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan data hingga tingkat desa.
"Kami mewakili Dinas Sosial bersilaturahmi ke Desa Padangan untuk menyampaikan amanat dari pemerintah pusat yang harus kita jalankan bersama secara kolaboratif hingga level desa," ucap Fahmi.
Ia mengatakan, fokus kegiatan adalah percepatan Dinas Sosial memiliki data BNBA (By Name By Address) desil 1 sampai 5 yang dapat diakses oleh desa dengan melampirkan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) dari Kepala Desa. Data ini sangat sensitif dan dilindungi oleh UU Perlindungan Data Pribadi.
"Pendataan ini diusulkan untuk dikelompokkan berdasarkan wilayah administratif terkecil (Dusun, RW, hingga RT) dengan melibatkan Kasun, perangkat desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar tidak terjadi penumpukan overlap pendataan," imbuhnya.
"Langkah ini merupakan persiapan krusial karena pemerintah pusat tengah menggodok calon penerima bantuan Kemensos untuk tahun 2027, di mana pintu utamanya adalah melalui pendaftaran Perlinsos Digital," sambungnya.
Sambutan Koordinator PKH Wilayah Jawa Timur Agus Setyo Pramono, S.STP., memberikan motivasi serta penjelasan teknis mengenai latar belakang hadirnya aplikasi Perlinsos Digital.
"Aplikasi Perlinsos diciptakan oleh Dewan Ekonomi Nasional untuk menjawab maraknya pengaduan masyarakat yang selama ini merasa kurang puas dengan saluran yang ada karena membutuhkan waktu proses hingga beberapa bulan," ujar Agus.
Menurutnya, dengan Perlinsos, saat dilakukan pendataan dan pengunggahan, masyarakat bisa langsung mengetahui potensi kelayakan secara real-time.
"Program ini mengusung semangat 'Peduli Tetangga', artinya masyarakat atau tetangga terdekat yang benar-benar membutuhkan namun belum tersentuh bantuan dapat segera didaftarkan.
Ia mengingatkan kepada seluruh petugas dan relawan agen Perlinsos agar menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan menghindari segala bentuk pungutan liar (pungli).
"Mengenai penentuan desil, perlu dipahami bersama bahwa desil bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh tingkat konsumsi serta rerata pendapatan masyarakat di suatu daerah, bukan sekadar mata pencaharian semata," pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi simulasi teknis pengolahan data serta pengunggahan dokumen sanggah/usulan (seperti KTP, ID PLN, dan dokumentasi kondisi rumah) bagi warga yang layak menerima bantuan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen di Kecamatan Ngantru dapat mengawal pemutakhiran data secara akurat, transparan, dan tepat sasaran. (*)
