Tak Cukup Berbekal Ijazah, Suli Da’im Dorong Lulusan SMK Kuasai Kompetensi Digital

4 November 2026 16:03 4 Nov 2026 16:03

Devi Permatasari, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tak Cukup Berbekal Ijazah, Suli Da’im Dorong Lulusan SMK Kuasai Kompetensi Digital

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Suli Da’im saat menjadi pembicara dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif ITNSA Jenjang SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Surabaya pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: Dok Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Suli Da’im menegaskan bahwa transformasi digital menuntut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. 

Lebih dari itu, lulusan SMK harus mempunyai kompetensi nyata yang sesuai dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja.

“Guru produktif harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar pembelajaran di sekolah tidak tertinggal dari perkembangan industri. SMK harus mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, mampu memecahkan masalah, dan adaptif terhadap perubahan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, bidang IT Network System Administration memiliki cakupan kompetensi yang terus berkembang. Guru produktif di bidang ini perlu menguasai jaringan komputer, administrasi server, keamanan digital, komputasi awan, otomasi, hingga pemanfaatan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perkembangan teknologi tersebut menuntut proses pembelajaran di SMK terus diperbarui agar selaras dengan kebutuhan industri. Karena itu, pelatihan peningkatan kompetensi guru perlu ditindaklanjuti dengan metode pembelajaran yang memberikan pengalaman praktik kepada siswa.

Ia juga mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek, penguatan praktik laboratorium, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi nyata antara sekolah dan dunia usaha serta dunia industri.

“Keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat. Yang terpenting adalah perubahan kualitas pembelajaran dan peningkatan kompetensi siswa,” ucap dia.

Suli Da’im juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada hasil.  Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan vokasi perlu didukung pemerataan fasilitas SMK, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, serta perhatian terhadap kesejahteraan dan profesionalitas pendidik.

Ketersediaan fasilitas praktik yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai kondisi dunia kerja.

 Di sisi lain, guru juga perlu mendapatkan kesempatan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mengikuti perkembangan industri.

Ia juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi bekal penting bagi lulusan SMK.

Hal itu juga berlaku dalam pemanfaatan AI, siswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus memiliki kemampuan menilai, memeriksa, dan menyaring informasi maupun hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.

“Mari kita jadikan SMK bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat tumbuhnya kompetensi, karakter, kreativitas, dan keberanian berinovasi. Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, tetapi penggerak perubahan bagi masa depan generasi muda Jawa Timur,” tutur dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) . (*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Jawa Timur Komisi E lulusan SMK Kompetensi Digital