KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan rombongan pesepeda Ride for Palestine dari halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis, 5 November 2026.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai daerah mengikuti aksi solidaritas tersebut dengan menempuh perjalanan sejauh 1.000 kilometer menuju Jakarta untuk menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat Palestina.
Perjalanan yang berlangsung selama tujuh hari ini dijadwalkan tiba di Jakarta pada 11 November 2026. Para peserta akan melewati tujuh etape dengan rute Surabaya, Ngawi, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Bandung, Bekasi hingga Jakarta.
"Insya Allah mereka akan menempuh 7 etape dari Surabaya-Ngawi-Jogjakarta-Semarang-Cirebon-Bandung-Bekasi-Jakarta,” tutur Khofifah.
Ia menyadari perjalanan tersebut bukanlah hal yang mudah. Selain jarak tempuh yang cukup panjang, para peserta juga harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas, kebugaran fisik hingga pengaturan waktu istirahat dan ibadah.
“Ini tentu tidak mudah. Selain jalannya yang jauh, kita juga perlu mempertimbangkan cuaca, kondisi traffic, kebugaran tubuh pesepeda dan hal lain seperti waktu sholat untuk yang Muslim,” imbuhnya.
Meski demikian, mantan Menteri Sosial RI tersebut optimistis seluruh peserta mampu menyelesaikan perjalanan dengan baik. Menurutnya, semangat solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina menjadi motivasi utama para peserta. Terlebih, persiapan dan koordinasi perjalanan telah dilakukan secara maksimal.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang bersedia meluangkan waktu, meninggalkan rutinitas serta berjauhan sementara dengan keluarga demi membawa pesan persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Maka saya menyampaikan apresiasi semua yang rela meninggalkan rumah, meninggalkan rutinitas yang nyaman dan meninggalkan keluarga di rumah untuk ikut berpartisipasi membawa pesan persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Ia berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konflik yang terjadi di Palestina sekaligus memberikan dukungan moral bagi masyarakat Palestina dan dunia internasional.
“Insya Allah, apa yang sudah diusahakan ini akan membangun awareness lebih luas terhadap konflik yang terjadi sekaligus menguatkan saudara-saudara kita di Palestina dan dunia pada umumnya,” tambah Khofifah.
Kepada seluruh peserta, Khofifah berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Ia mengingatkan pentingnya membawa obat-obatan, memanfaatkan waktu istirahat serta menjaga kondisi fisik dan mental hingga tiba di tujuan.
“Bawa obat, istirahat yang cukup setiap ada kesempatan. Menunjukkan solidaritas itu penting. Tapi yang tak kalah penting adalah bisa menyelesaikan misi dengan selamat dan kembali ke keluarga masing-masing. Selamat jalan, semoga sukses. Saya doakan ini akan membawa kebermanfaatan yang luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Gerakan Aksi Ride for Palestine, Guritno, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti perjalanan secara langsung berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, Mojokerto, Malang hingga Sidoarjo.
Tidak hanya melalui perjalanan langsung, aksi solidaritas ini juga melibatkan sekitar 425 pesepeda virtual dari berbagai wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku.
Guritno turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur atas dukungan dan kepeduliannya terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap perjalanan kali ini membawa keberkahan sekaligus memperkuat pesan kemanusiaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
"Alhamdulillah kita punya Ibu Gubernur yang luar biasa dengan penuh kepeduliannya. Semoga perjalanan kali ini membawa berkah yang luar biasa, membawa perdamaian, membawa misi kemanusiaan dan Palestina segera merdeka dan kita tetap setia mendukung pemerintah Republik Indonesia untuk bersama Palestina sebagaimana amanah Undang-Undang 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," tegasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Ketua Umum Pengurus LMI, Erick Kurniawan, yang hadir sebagai perwakilan pendukung kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan yang diberikan. Ia menyebut kegiatan serupa juga pernah diselenggarakan pada 2025 di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Erick berharap seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan penuh semangat hingga mencapai garis akhir. Menurutnya, keberangkatan tersebut merupakan hasil dari proses persiapan dan latihan yang telah dilakukan para pesepeda selama beberapa waktu.
"Mudah-mudahan semuanya bisa menunjukkan semangat bapak-ibu sekalian para pesepeda, para goweser, untuk bisa mencapai finish dengan semangat. Hari ini bukan merupakan hari puncak dan saya meyakini betul bahwa semangat bapak/ibu sekalian pagi hari ini adalah akumulasi dari semangat bapak ibu di hari-hari sebelumnya berlatih. Bahkan mungkin melebihi rute dari Surabaya menuju Jakarta latihannya," tuturnya.
Melalui kegiatan Ride for Palestine ini, para peserta diharapkan dapat menyampaikan pesan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Perjalanan sejauh 1.000 kilometer tersebut menjadi simbol dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus ajakan untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan perdamaian dunia. (*)
