Hari ke-17 Usai Kebakaran TPA Supit Urang, Asap Tersisa 30 Persen

6 November 2026 12:39 6 Nov 2026 12:39

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari ke-17 Usai Kebakaran TPA Supit Urang, Asap Tersisa 30 Persen

Kalaksa BPBD Kota Malang, Heru Mulyono menjelaskan tentang update kondisi pemadaman kebakaran TPA Supit Urang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Upaya pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang telah memasuki hari ke-18, Jumat, 6 November 2026. Saat ini kepulan asap diketahui tersisa 25-30 persen. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Heru Mulyono. Menurutnya titik api besar telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih bersiaga menghadapi titik-titik api kecil yang berpotensi mengalami akibat angin, gas metan, dan sisa bara api di bawah tumpukan sampah.

"Titik api yang besar tidak ada, kecil-kecil biasa, kena angin, murup (nyala) lagi. Asapnya tinggal 25 persen atau 30 persen. Petugas masih siaga di sana karena kalau ditinggal khawatir bisa muncul lagi. Di sana luar biasa gas metan dan bara yang di dalam tumpukan sampah," ujar Heru. 

Heru menjelaskan titik api dapat segera dituntaskan sebelum akhir masa tanggap darurat pada 31 Desember 2026. Evaluasi pun disiapkan untuk transisi dari tanggap darurat ke masa pemulihan. 

"Kita selesaikan sebelum akhir masa tanggap darurat. Kalau sudah transisi itu, sudah pemulihan, saya serahkan ke pengguna barangnya," tuturnya. 

Heru menjelaskan, dari total 15 hektare luasan awal yang terbakar yang meliputi old landfill dan new landfill, kini tersisa 3 hektar saja. Untuk area new landfill kini dipastikan telah aman sehingga petugas masih fokus untuk melakukan pemadaman di area old landfill. 

"Upaya injeksi dan membongkar manual tetap kita lakukan. Untuk water bombing sudah berhenti dari minggu kemarin," sebutnya. 

Sebelumnya, Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizky Darmawan menjelaskan pada Kamis 5 November 2026 lalu titik api di old landfill sisi timur selatan sudah tidak ditemukan. Kepulan asap pun berkurang signifikan. 

"Dilakukan penyemprotan di sisi Timur selatan old landfill menyisir ke arah Barat untuk mengurangi kepulan asap dan mengurangi titik asap dengan dibantu tim DLH mengurai sampah," kata Pandu. 

Penyemprotan juga difokuskan pada titik area old landfill sisi selatan dengan menyisir ke arah barat. Penyemprotan untuk pendinginan area old landfill dilakukan dengan teknik injeksi agar air dapat meresap hingga ke dalam tumpukan sampah. 

"Tim juga melakukan pembasahan area untuk memblokade titik asap agar tidak meluas. Kendala di lapangan tetap karena adanya angin kencang," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

TPA Supit Urang Pemadaman Kebakaran Asap Mengepul Kota Malang Berita Kota Malang