KETIK, MALANG – Menyusul terjadinya erupsi Gunung Bromo yang terjadi sejak Kamis sore, 5 November 2026, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) langsung mengambil tindakan cepat di lapangan. Terutama, memperketat pengamanan dan mensosialisasikan jarak aman yang diperbolehkan untuk pengunjung.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, pihaknya mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selaku institusi yang berwenang dalam pengawasan aktivitas kegunungapian.
"Jadi, kami menggunakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG dan dari rekomendasi itu kami melakukan langkah-langkah di lapangan sejak kemarin malam. Utamanya, sosialisasi ke pengunjung mengenai batas jarak aman yang diperkenankan," jelasnya kepada wartawan, Jumat, 6 November 2026.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha saat memberikan keterangan pada Jumat, 6 November 2026. (Foto: Kukuh/Ketik.com)
Selain itu, TNBTS juga memperkuat koordinasi dengan aparat setempat mulai jajaran Polsek, Koramil hingga petugas yang bersiaga di lapangan. Ini dilakukan guna memastikan pengamanan di titik-titik batas jarak berjalan optimal.
"Termasuk, kami bersinergi dan berkomunikasi dengan jajaran Polsek dan Koramil setempat hingga petugas-petugas di lapangan. Mulai pagi ini, mereka sudah siaga memperkuat pengamanan lokasi dan batas-batas jarak aman yang diperbolehkan," bebernya.
Dengan adanya erupsi tersebut, status Gunung Bromo tetap bertahan di Level II atau waspada. Terkait batas aman sesuai rekomendasi PVMBG, yaitu masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki kawasan dengan radius jarak satu kilometer dari kawah.
"Titik atau batas aman yang direkomendasikan, yaitu sejauh satu kilometer dari bibir kawah. Di lapangan sudah ada tandanya, berupa patok-patok yang dipasang," terangnya.
TNBTS memastikan akan terus memantau perkembangan situasi. Jika terjadi eskalasi aktivitas vulkanik yang mendorong kenaikan status gunung menjadi Level III atau siaga, pihaknya siap mengambil tindakan lanjutan termasuk mempertimbangkan opsi penutupan kawasan.
"Kalau imbauan bagi pengunjung, taati aturan-aturan yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama dan kami terus melakukan pemantauan. Apabila terjadi perubahan status, maka kami langsung antisipasi dengan melakukan penutupan," tandasnya.(*)
