KETIK, PACITAN – Minat masyarakat untuk berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan dinilai masih cenderung rendah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi I DPRD Pacitan, Rakhman Wijayanto, yang meminta dinas terkait menghadirkan inovasi agar perpustakaan lebih menarik bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar.
Rakhman mengatakan, keberadaan perpustakaan masih sangat diperlukan di tengah perkembangan teknologi digital.
Namun, pengelola harus mampu menyesuaikan layanan dan kegiatan dengan kebiasaan serta kebutuhan masyarakat saat ini.
“Ya sangat perlu. Tinggal bagaimana kreativitas untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman, kondisi anak-anak,” ujar Rakhman, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurutnya, selama ini pengunjung perpustakaan yang membutuhkan referensi lebih banyak berasal dari kalangan mahasiswa dan pelaku usaha.
Sementara itu, ketertarikan anak-anak untuk datang dan membaca di perpustakaan masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, ia mendorong adanya kegiatan yang lebih kreatif dan tidak sekadar bersifat formalitas.
Berbagai aktivitas di lingkungan perpustakaan diharapkan dapat menciptakan suasana berbeda sehingga masyarakat memiliki alasan untuk datang.
“Artinya memang dinas perlu lebih inovatif, sehingga anak-anak itu bisa tertarik untuk kunjungan,” katanya.
Selain menghadirkan kegiatan, Rakhman juga menyoroti perlunya penyesuaian koleksi buku dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satunya dengan memperbanyak buku bertema usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber literasi bagi pelaku usaha.
Ia menambahkan, peningkatan minat baca tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola perpustakaan.
Kepedulian masyarakat, khususnya orang tua, juga diperlukan untuk membangun kebiasaan membaca pada anak sejak dini.
Rakhman berharap dinas terkait dapat lebih kreatif dalam mengembangkan layanan perpustakaan.(*)
