KETIK, JAKARTA – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menegaskan tidak mengirimkan delegasi mahasiswa dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video seorang perempuan yang mengenakan jas almamater dengan logo lama UBSI dalam kegiatan tersebut.
Wakil Rektor II Bidang Nonakademik UBSI, Adi Supriyatna, mengatakan pihak rektorat maupun organisasi kemahasiswaan tidak pernah menerima undangan resmi terkait kegiatan tersebut.
“Pihak UBSI, baik di tingkat Rektorat maupun Organisasi Kemahasiswaan, tidak pernah menerima undangan dan tidak mengirimkan delegasi mahasiswa dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI,” ungkap Adi, dalam rilis di laman UBSI, Jumat, 30 Oktober 2026.
Berdasarkan penelusuran awal, perempuan yang muncul dalam video tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa aktif UBSI. Pihak kampus juga memperoleh informasi dari kolom komentar media sosial bahwa jas almamater yang dikenakan merupakan atribut pinjaman.
Adi menjelaskan, logo pada jas tersebut merupakan identitas lama UBSI ketika masih berbentuk akademi. Identitas visual itu sudah tidak digunakan sejak institusi bertransformasi menjadi universitas pada 2018. Selain logo, warna jas tersebut juga berbeda dari almamater resmi yang berlaku saat ini.
Terkait perempuan yang disebut bernama Sari, pihak kemahasiswaan masih melakukan penelusuran. UBSI membutuhkan pencocokan data lebih lanjut untuk memastikan apakah yang bersangkutan pernah tercatat sebagai alumni.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum proses verifikasi selesai,” jelasnya.
UBSI juga tengah menelusuri asal-usul atribut yang digunakan serta mendokumentasikan bukti terkait. Hasil penelusuran tersebut nantinya akan dikaji bersama tim hukum dan yayasan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pencatutan identitas institusi.
Selain itu, kampus berencana memperkuat aturan penggunaan atribut universitas, termasuk kewajiban surat tugas resmi bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan eksternal dengan membawa nama UBSI.
Adi mengingatkan mahasiswa dan alumni agar menjaga nama baik almamater serta tidak meminjamkan atribut kampus untuk kepentingan yang tidak jelas. Masyarakat juga diminta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi universitas apabila menemukan informasi yang mengatasnamakan UBSI.
