KETIK, GRESIK – Kemeriahan Festival Tumpeng Nasi Krawu yang digelar di kawasan Islamic Center Gresik tercoreng oleh maraknya aksi pencopetan.
Puluhan pengunjung dilaporkan kehilangan barang berharga, mulai dari telepon genggam, dompet, hingga dokumen penting saat memadati lokasi acara.
Peristiwa tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah korban mengaku menjadi sasaran pencopet ketika berdesak-desakan di tengah keramaian festival.
Kapolsek Balongpanggang, AKP Wiwit Maryanto, membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan kehilangan dari masyarakat.
"Benar, sudah ada laporan kehilangan yang masuk. Sementara ini tercatat ada puluhan laporan, mulai dari kehilangan HP hingga dompet," ujar AKP Wiwit Maryanto, Senin, 29 Juni 2026.
Salah satu korban berinisial N mengaku mengalami kerugian cukup besar setelah dua telepon genggam miliknya raib saat menghadiri festival.
"Saya kehilangan dua handphone, merek Samsung dan iPhone. Kerugian ditaksir mencapai Rp16 juta," ungkapnya.
Korban lainnya, berinisial W, juga kehilangan dompet yang berisi berbagai dokumen penting.
"Saya kehilangan dompet yang berisi surat-surat berharga, kartu ATM, KTP, dan sejumlah uang," katanya.
Keluhan serupa juga bermunculan di sejumlah grup komunitas Facebook.
Salah seorang warganet mengaku kehilangan ponsel Vivo Y19s warna perak ketika kondisi lokasi sangat padat dan pengunjung saling berdesakan.
Banyak warganet menilai minimnya pengamanan serta padatnya antrean pengunjung menjadi celah bagi pelaku pencopetan untuk melancarkan aksinya.
Menanggapi kejadian tersebut, AKP Wiwit menilai penyelenggaraan kegiatan yang menghadirkan massa dalam jumlah besar perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Evaluasi ke depan, jika ada momen besar seperti itu harus lebih ditertibkan. Penyelenggaraan harus tertib, entah itu nanti mekanismenya diatur menggunakan sistem kupon atau cara lain yang meminimalisir saling berdesakan," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.
Ketua Panitia Festival Tumpeng Nasi Krawu, Agus Salim Lutfi, belum merespons permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 15.33 WIB.
Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban pencopetan namun belum melapor agar segera mendatangi kantor polisi terdekat.
Laporan dari para korban dinilai penting untuk mempercepat proses penyelidikan sekaligus mengidentifikasi jumlah korban dan mengungkap pelaku pencopetan yang beraksi di tengah kemeriahan festival.(*)
.png)