Sampah Menumpuk di RSUD Mardi Waluyo Blitar, Keluarga Pasien Resah

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

12 Jan 2026 15:31

Thumbnail Sampah Menumpuk di RSUD Mardi Waluyo Blitar, Keluarga Pasien Resah
Terlihat sampah menumpuk di berbagai sudut RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Senin 12 Januari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Aroma ketidaknyamanan menyelimuti RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pasca kebijakan pemangkasan massal tenaga kebersihan. Rumah sakit yang semestinya menjadi ruang pemulihan justru memunculkan keluhan dari keluarga pasien akibat kondisi lingkungan yang dinilai tak lagi layak, Senin, 12 Januari 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah masih mudah ditemui di sejumlah titik. Daun-daun kering berserakan di area parkir, sementara beberapa sudut pelayanan tampak luput dari sentuhan kebersihan rutin. Situasi ini membuat keluarga pasien merasa resah, terlebih mereka harus beraktivitas setiap hari di lingkungan rumah sakit.

“Jujur saya kaget. Ini rumah sakit, tapi kesannya dibiarkan kotor,” ujar Siti (45), keluarga pasien asal Kecamatan Sananwetan, dengan nada kecewa.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kekhawatiran tersendiri. Alih-alih merasa aman, keluarga pasien justru cemas akan potensi risiko kesehatan tambahan.

Baca Juga:
PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

“Kami ke sini bawa orang sakit. Kalau lingkungannya seperti ini, takutnya malah nambah penyakit,” keluhnya.

Kondisi itu diduga berkaitan erat dengan kebijakan efisiensi yang berujung pada pemangkasan jumlah tenaga kebersihan. Dengan luas area RSUD Mardi Waluyo yang cukup besar, jumlah petugas yang tersisa dinilai tidak sebanding, sehingga kebersihan lingkungan tak lagi tertangani secara maksimal.

Ironi pun mencuat. Efisiensi yang digaungkan manajemen justru menyentuh aspek paling mendasar dalam layanan kesehatan. Kebersihan bukan sekadar soal keindahan, melainkan bagian penting dari keselamatan pasien dan pencegahan infeksi.

Di sisi lain, kisruh ini juga tak lepas dari persoalan rekrutmen tenaga kebersihan. Sejumlah calon pekerja yang sempat dinyatakan lolos seleksi dan bahkan mulai bekerja sejak Kamis 1 Januari 2026, mendadak menerima kabar pahit. Status kelulusan mereka dibatalkan secara sepihak.

Baca Juga:
Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Pembatalan itu disampaikan melalui surat resmi PT Sasana Bersaudara Indonesia (SBI) bernomor 002/PNG/SBI/I/2026, selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kebersihan di RSUD Mardi Waluyo.

Ironisnya, alasan yang disampaikan hanya sebatas “kendala internal perusahaan” tanpa penjelasan rinci. Padahal, puluhan kepala keluarga telah menggantungkan harapan hidup dari pekerjaan tersebut.

Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK., mengaku telah memberikan teguran kepada pihak perusahaan rekanan.

“Kami sudah menegur PT-nya. Kok bisa seperti itu. Tapi soal penggantian pekerja kami tidak tahu. Kalau terkait titipan, saya tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Sasana Bersaudara Indonesia belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon belum membuahkan hasil.(*)

Baca Sebelumnya

Danielle Eks NewJeans Buka Akun Instagram Pribadi, Unggahan Perdana Jadi Sorotan

Baca Selanjutnya

Hawai Cake and Bakery, Toko Roti Legendaris Malang yang Menyimpan Nostalgia Lintas Generasi

Tags:

RSUD Mardi Waluyo Blitar Kota Blitar kebersihan sampah pemecatan THL Outsourcing

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Sinergi Desa dan Petani, Sragi Talun Blitar Perkuat Ketahanan Pangan dari Akar Rumput

16 April 2026 16:37

Sinergi Desa dan Petani, Sragi Talun Blitar Perkuat Ketahanan Pangan dari Akar Rumput

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H