Menu MBG Diprotes Wali Murid Dua Kali Tanpa Nasi, SPPG Sanankulon Blitar Ternyata Beroperasi Tanpa SLHS

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Muhammad Faizin

4 Feb 2026 10:00

Headline

Thumbnail Menu MBG Diprotes Wali Murid Dua Kali Tanpa Nasi, SPPG Sanankulon Blitar Ternyata Beroperasi Tanpa SLHS
Kepala SPPG Sanankulon Blitar, Devis Indera, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi penopang gizi anak-anak sekolah justru memantik kegelisahan di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sanankulon dari Yayasan Darul Qur’an Tuban kembali menuai sorotan setelah mendistribusikan paket MBG tanpa nasi, komponen utama dalam menu makan siang, Rabu 4 Februari 2026.

Peristiwa terbaru terjadi di SDN Purworejo 3. Dalam satu paket ompreng MBG yang dibagikan kepada siswa, tidak ditemukan nasi. Kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di TK Pertiwi, masih dalam wilayah layanan SPPG Sanankulon.

Rentetan insiden tersebut memicu reaksi keras dari wali murid dan pihak sekolah. Apalagi, kelalaian ini muncul di tengah keluhan yang sudah lebih dulu mengemuka terkait penurunan kualitas menu MBG sejak dapur penyedia dialihkan ke SPPG Sanankulon.

“Semenjak pindah dapur, memang terasa kualitasnya menurun. Banyak wali murid yang menyampaikan protes. Hari ini malah ada yang tidak ada nasinya sama sekali,” ungkap salah satu guru di sekolah penerima manfaat.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

 

Foto Menu tanpa nasi dan dugaan anggaran kurang dari 10 ribu Rupiah, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)Menu tanpa nasi dan dugaan anggaran kurang dari 10 ribu Rupiah, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

 

Tak hanya soal absennya nasi, menu MBG juga dinilai tidak sebanding dengan estimasi anggaran Rp10 ribu per porsi sebagaimana standar pembiayaan program nasional tersebut. Porsi yang minim, komposisi menu sederhana, hingga kualitas bahan pangan menjadi catatan serius bagi para wali murid.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Fakta bahwa ompreng tanpa nasi terjadi lebih dari sekali memperkuat dugaan lemahnya sistem kontrol dapur dan distribusi di internal SPPG Sanankulon. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan pelaksanaan program strategis yang menyasar kelompok paling rentan: anak-anak sekolah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Sanankulon, Devis Indera, membenarkan bahwa insiden tersebut memang sudah terjadi dua kali.

“Betul, sudah dua kali. Yang pertama di TK Pertiwi, dan hari ini di SDN Purworejo 3. Ada satu ompreng yang tidak ada nasinya. Tapi setelah ada komplain dari sekolah, langsung kami antar,” jelas Devis.

Namun, pengakuan tersebut justru menegaskan adanya celah serius dalam mekanisme pengecekan. Idealnya, seluruh paket MBG sudah melalui pemeriksaan ketat sebelum didistribusikan, bukan diperbaiki setelah komplain muncul.

Menanggapi protes soal kualitas menu, Devis menyebut menu MBG telah disusun sesuai ketentuan dan berdasarkan perhitungan ahli gizi.

“Untuk menu sudah sesuai ketentuan. Ahli gizi kami kebetulan sudah pulang, tapi berdasarkan perhitungannya sudah memenuhi,” ujarnya.

Pernyataan itu justru menimbulkan ironi tersendiri. Di tengah sorotan publik, ahli gizi yang menjadi rujukan utama tidak berada di tempat untuk memberikan penjelasan secara langsung dan ilmiah.

Lebih jauh, terungkap bahwa SPPG Sanankulon telah beroperasi sekitar satu minggu tanpa mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas mewajibkan setiap SPPG memiliki SLHS sebelum memulai operasional.

SLHS bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen penting untuk menjamin standar kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta kelayakan proses produksi makanan bagi anak-anak.

Saat ditanya soal hal tersebut, Devis hanya menyampaikan jawaban singkat, “Untuk SLHS masih dalam proses.”

Sementara itu, Camat Sanankulon Gugup Putra Waluya selaku Koordinator Satgas MBG tingkat kecamatan menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti secara serius dan dijelaskan oleh pihak yang berkompeten.

“Ahli gizinya harus bisa menjelaskan sesuai keahliannya. Menu MBG harus sesuai standar gizi dan ketentuan dari BGN. Masyarakat berpikirnya sederhana, ada uang ada barang. Kalau sesuai ketentuan, pasti tidak akan dikomplain,” tegas Gugup.

Serangkaian kelalaian, penurunan kualitas menu, hingga operasional tanpa SLHS ini menjadi sinyal peringatan bagi pengawasan Program MBG di Kabupaten Blitar. Jika tidak segera dibenahi, bukan hanya kepercayaan publik yang tergerus, tetapi juga tujuan utama program menjamin asupan gizi yang layak dan aman bagi anak-anak berisiko gagal diwujudkan. (*)

Baca Sebelumnya

Pengamat Dorong Kejari Sleman Bongkar Upaya Penghalangan Peradilan di Kasus Dana Hibah Pariwisata

Baca Selanjutnya

Kadisdik Aries Agung: Pelajar Jatim Jangan Takut Menulis dan Berbicara Depan Publik

Tags:

SPPG Sanankulon Blitar Kabupaten Blitar protes MBG Menu SLHS dua Kali tanpa nasi Pengawasan dapur

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar