Bukan Sekadar Ziarah, Romy Soekarno Ajak Warga Blitar Hidupkan Lagi Api Bung Karno

20 September 2026 10:55 20 Sep 2026 10:55

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Bukan Sekadar Ziarah, Romy Soekarno Ajak Warga Blitar Hidupkan Lagi Api Bung Karno

Romy Soekarno setelah berziarah di Makam Bung Karno, Sabtu 19 September 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Suasana Makam Bung Karno di Kota Blitar terasa berbeda pada Sabtu malam, 19 September 2026. Ziarah Akbar Rutinan Malam Ahad Kliwon yang menghadirkan Majlis Sabilunnajah & JITU menjadi ruang doa sekaligus perenungan untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan Bung Karno.

Anggota DPR RI Romy Soekarno hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin.

Di hadapan jamaah, Romy menegaskan bahwa kegiatan rutin tersebut bukan sekadar agenda ziarah ke makam kakeknya, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan meneruskannya dalam kehidupan berbangsa.

“Alhamdulillah kita agendakan sebulan sekali ya, agenda ini ngaji rutin malam Ahad Kliwon,” ujar Romy.

Menurutnya, keberadaan Makam Bung Karno seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Lebih dari itu, makam tersebut dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi sekarang untuk memikirkan kembali apa yang dapat dilakukan demi meneruskan cita-cita perjuangan Bung Karno.

“Kita datang ke Makam Bung Karno tidak hanya untuk berziarah saja, namun untuk merenungkan apa yang harus kita lakukan untuk meneruskan perjuangan beliau demi bangsa ini,” kata Romy.

Cucu Bung Karno itu kemudian mengingatkan kembali pesan yang kerap disampaikan sang kakek, yakni agar generasi penerus tidak sekadar mengagungkan masa lalu, tetapi mengambil semangat perjuangannya.

“Seperti pesan Eyang saya, Bung Karno, warisilah apinya, jangan abunya,” tegasnya.

Romy menjelaskan, “abu” merupakan simbol sesuatu yang telah berlalu dan hanya menyisakan bekas. Sementara “api” adalah semangat yang tetap menyala dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Maksudnya abu kan hanya bekas, mari kita tinggalkan masa lalu. Kita warisi api semangat Bung Karno untuk selalu menyejahterakan rakyat kecil,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia.

“Pancasila kita gunakan sebagai kompas dalam menentukan Indonesia ke mana akan kita bawa,” ujarnya.

Romy juga mengajak masyarakat Kota Blitar untuk menjaga suasana tetap kondusif, rukun dan kompak. Menurutnya, kecintaan terhadap Bung Karno semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Eyang mungkin telah meninggalkan kita dan jasadnya dikuburkan di Kota Blitar ini, jadi kita harus warisi cinta kita ke Indonesia, khususnya Kota Blitar ini. Kita jaga kondusifitas dan kekompakan kerukunan di Kota Blitar ini,” katanya.

Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam

Dalam kesempatan tersebut, Romy turut memberikan pandangannya mengenai kebijakan terbaru Pemerintah Kota Blitar yang membuka operasional kompleks Makam Bung Karno selama 24 jam.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan makam.

“Itu adalah hal yang sangat bagus ya, saya kira pertumbuhan perekonomian warga sekitar juga akan semakin naik dengan dibukanya Makam Bung Karno 24 jam,” ungkap Romy.

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan aspek kenyamanan pengunjung maupun kondisi para petugas yang bekerja di kawasan Makam Bung Karno.

“Namun harus diperhatikan juga, jangan sampai dengan dibuka 24 jam ini membuat para pengunjung dan petugas di sini kelelahan di siang hari, datang hanya untuk beristirahat tidur-tiduran di areal makam sini kan jadi kurang efektif juga,” imbuhnya.

Romy berharap keterbukaan akses kawasan Makam Bung Karno dapat berjalan seiring dengan pengelolaan yang baik, sehingga tidak hanya meningkatkan kunjungan tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Mas Ibin: Api Perjuangan Harus Dilanjutkan

Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyambut baik pesan yang disampaikan Romy Soekarno dalam kegiatan tersebut.

Mas Ibin mengatakan, semangat perjuangan Bung Karno harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan konsistensi dalam menjalankan pemerintahan serta membangun Kota Blitar.

“Seperti disampaikan Mas Romy tadi, api perjuangan Bung Karno harus kita lanjutkan. Kita butuh konsisten, rutin, dalam melaksanakan tugas di pemerintahan,” ujar Mas Ibin.

Ia menyebut Pemerintah Kota Blitar terus berupaya meramaikan kawasan Makam Bung Karno melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Saat ini, menurut Mas Ibin, terdapat dua agenda rutin yang digelar di kawasan tersebut, yakni kegiatan setiap malam Jumat dan rutinan Malam Ahad Kliwon.

“Sekarang agenda rutinan kita ada dua, tiap malam Jumat dan juga rutinan malam Ahad Kliwon. Kita bareng-bareng doa bersama untuk para pendiri bangsa termasuk orang tua kita, nenek moyang kita juga,” jelasnya.

Mas Ibin berharap kegiatan rutin tersebut semakin banyak diikuti masyarakat. Dengan semakin hidupnya kawasan Makam Bung Karno, ia berharap geliat ekonomi warga di sekitarnya ikut tumbuh.

“Semoga yang hadir di rutinan semakin ramai, meramaikan Makam Bung Karno, dapat berimbas baik ke pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil di sekitar Makam Bung Karno,” pungkasnya.

Malam itu, Makam Bung Karno tidak hanya menjadi tempat orang datang untuk menundukkan kepala dalam doa. Dari tempat itu pula, pesan lama kembali dihidupkan: bukan sekadar mewarisi nama besar Bung Karno, tetapi menjaga agar api perjuangannya tetap menyala.

Tombol Google News

Tags:

Romy Soekarno Ziarah Rutinan Ahad Kliwon Bung Karno