Kunjungi Istana Gebang, Ketua Kwarnas Minta Pramuka Rawat Warisan Sejarah Bung Karno

4 Agustus 2026 14:43 4 Agt 2026 14:43

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Kunjungi Istana Gebang, Ketua Kwarnas Minta Pramuka Rawat Warisan Sejarah Bung Karno

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, bersama rombongan saat mengunjungi Istana Gebang di Kota Blitar, Selasa 4 Agustus 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, mendorong Gerakan Pramuka mengambil peran lebih besar dalam menjaga dan menghidupkan situs-situs sejarah sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Salah satu yang disorot ialah Istana Gebang di Kota Blitar, rumah masa remaja Presiden pertama RI, Soekarno.

Pesan tersebut disampaikan Budi Waseso saat mengunjungi Istana Gebang, Selasa 4 Agustus 2026. Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi justru harus dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda, bukan membuat mereka semakin jauh dari nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Semakin pesat arus informasi, Pramuka harus mengambil bagian. Harus ada pelestarian sejarah yang ada di Istana Gebang ini, karena beliau adalah Sang Proklamator Bangsa Indonesia,” kata Budi Waseso.

Ia menilai keberadaan situs bersejarah seperti Istana Gebang dapat menjadi ruang belajar yang efektif bagi anggota Pramuka. Tidak hanya mengenal tokoh bangsa, tetapi juga memahami semangat perjuangan, kepemimpinan, dan persatuan yang diwariskan para pendiri republik.

Menurutnya, pelestarian sejarah tidak cukup dilakukan dengan menjaga bangunan fisik. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Kalau tempat-tempat seperti ini dirawat, nilai sejarahnya juga harus dihidupkan. Jangan sampai generasi muda hanya melihat bangunannya, tetapi tidak memahami nilai perjuangan yang ada di baliknya,” ujarnya.

Budi Waseso juga menegaskan bahwa semangat persatuan menjadi pelajaran penting yang bisa dipetik dari perjalanan hidup Bung Karno. Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman.

“Persatuan dan kesatuan harus dibangun bersama. Kita harus belajar dari sejarah, dari bagaimana para pemimpin bangsa membangun semangat kebersamaan dan menyatukan Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur yang terus mengembangkan berbagai program penguatan karakter, termasuk melalui pelestarian sejarah.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, mengatakan Istana Gebang menyimpan jejak penting perjalanan masa muda Bung Karno sebelum menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, rumah tersebut menjadi tempat lahirnya semangat perjuangan yang patut dikenalkan kepada generasi muda.

“Di rumah inilah diawali sebuah peradaban perjuangan. Dari sini kita bisa menumbuhkan kembali semangat perjuangan kepada bangsa Indonesia,” kata Arum.

Ia menjelaskan, bangunan Istana Gebang awalnya merupakan rumah yang dibangun pada 1884 oleh CH Porteir, Kepala Stasiun Kereta Api saat itu. Pada 1917, rumah tersebut dibeli orang tua Bung Karno ketika putra mereka berusia sekitar 16 tahun.

Sejak saat itu, Istana Gebang menjadi salah satu tempat yang merekam perjalanan kehidupan Bung Karno pada masa remaja hingga kemudian dikenal sebagai tokoh yang memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Arum berharap kunjungan Ketua Kwarnas menjadi penguat komitmen Gerakan Pramuka dalam menjadikan situs-situs sejarah sebagai ruang pembelajaran karakter, nasionalisme, dan cinta tanah air bagi generasi muda.

Tombol Google News

Tags:

Komjen Pol. (purn.) Budi Waseso Kota Blitar Gerakan Pramuka Ketua Kwartir Nasional Kwarnas Istana Gebang Bung Karno