KETIK, PACITAN – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 934 (Yonif TP 934) Satria Buana Yudha (SBY) menggelar bakti sosial cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek asam urat, kolesterol, gula darah, hingga tekanan darah.
Warga cukup membawa KTP untuk bisa mengikuti layanan tersebut secara gratis.
Komandan Yonif TP 934 SBY, Mayor Inf Dr. Dian Nur Huda, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar"Ini adalah kegiatan baksos bersinergi untuk hidup sehat dan berkualitas. Kita membangun masyarakat sehat, khususnya di Pacitan, bersama tenaga kesehatan dan TNI," ujarnya.
Ia menyebut, kegiatan ini tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dilengkapi dengan penyuluhan dari tenaga medis, termasuk dokter dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Nanti ada juga bimbingan dan penyuluhan dari dokter-dokter dari UNS setelah peserta mengikuti CKG," tambahnya.
Bakti sosial ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemkab Pacitan, Puskesmas Gajahan, Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Pascasarjana UNS, Poltekkes Surakarta, STIKES Mambaul Ulum, serta STIKES Panti Kosala.
Baca Juga:
Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah
Dian menjelaskan, kegiatan ini menyasar masyarakat umum dengan target 100 peserta.
Upaya sosialisasi juga telah dilakukan melalui jajaran Kodim dan Babinsa serta penyebaran flyer kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap cek kesehatan menjadi salah satu latar belakang digelarnya kegiatan ini.
"Saya sempat berbincang dengan Kadinkes, tahun lalu kesadaran untuk CKG menurun. Dari target 46 persen, hanya tercapai 32 persen," jelasnya.
Sementara itu, pada tahun 2026, target cakupan CKG di Pacitan mencapai 46 persen atau sekitar 106 ribu peserta.
Usai menjalani pemeriksaan, mulai dari cek tensi, cek mata, cek gigi, cek gula darah, asam urat, kolesterol, hingga cek berat badan dan tinggi badan, serta konseling kesehatan, salah satu peserta, Irawan Feri (24), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
"Jadi tahu kondisi tubuh, apalagi tadi dicek lengkap. Kegiatannya sangat bagus, ini membantu masyarakat untuk pencegahan dini," ungkapnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, peserta juga mendapatkan rapor kesehatan beserta rekomendasi untuk menjaga kondisi tubuh ke depan.
"Setelah tahu kondisi tubuh, ya kedepannya jadi bisa lebih menjaga diri," tambahnya.
Menurutnya, kegiatan serupa diharapkan bisa rutin digelar agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
"Kalau digelar rutin sangat setuju," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini penyakit.
"Saya berharap seluruh masyarakat Pacitan memiliki kesadaran akan kesehatan dirinya sendiri. Ketika kita sehat secara fisik maupun rohani, aktivitas yang kita jalankan juga bisa lebih berkualitas," pungkas Mayor Inf Dr. Dian Nur Huda.(*)