YLBHI Kritik Pemerintahan Prabowo, Enggan Ungkap Aktor Utama di Balik Kericuhan Demonstrasi Agustus

Editor: Muhammad Faizin

16 Sep 2025 09:30

Headline

Thumbnail YLBHI Kritik Pemerintahan Prabowo, Enggan Ungkap Aktor Utama di Balik Kericuhan Demonstrasi Agustus
Sisa bangunan gedung negara Grahadi yang dibakar massa yang diduga provokator pada Minggu, 31 Agustus 2025. (Foto: Fitra/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritik sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang hingga kini dinilai enggan membuka siapa dalang utama di balik kerusuhan yang mewarnai gelombang demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025.

Menurut Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, sikap pemerintah itu bisa mengundang tanda tanya.

"Nah kami jadi mencurigai kenapa pemerintah tidak mau membuka. Ada apa? Justru masyarakat jadi bertanya-tanya. Jangan-jangan ada yang sembunyikan oleh kekuasaan terkait mereka ini?” ujar Isnur saat ditemui jurnalis Suara.com, jejaring media Ketik di kantor ICW Jakarta pada Senin, 15 September 2025.

Alih-alih membongkar fakta, lanjut Isnur, pemerintah melalui Polri justru melakukan kriminalisasi terhadap para aktivis sipil pro demokrasi.

Baca Juga:
Prabowo Puji Satgas PKH Selamatkan Aset Hutan Rp370 Triliun, Setara 10% APBN

“Malah melemparkan kesalahan atau mengkambinghitamkan aktor-aktor masyarakat sipil seperti Delpedro dan sebagainya," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyebut belum ada arahan dari Presiden Prabowo untuk merespon desakan masyarakat sipil agar pemerintah membentuk tim investigasi independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Bagi Isnur, kondisi itu memperlihatkan ketidakhadiran negara dalam mengusut dalang di balik kerusuhan di berbagai kota. Padahal, dengan segala kewenangan dan perangkat yang dimiliki, pemerintah diyakini sangat mudah untuk mengungkap dalang di balik kericuhan tersebut.

Justru upaya mengungkap dalang yang sesungguhnya dilakukan oleh sejumlah media dan influencer yang selama ini dikenal kritis.

Baca Juga:
Pabrik Kendaraan Listrik PT VKTR di Magelang Diresmikan Prabowo Milik Siapa? Ini Profilnya

“Pemerintah dengan segala kewenangannya justru kalah oleh kerja media dan masyarakat sipil yang lebih dulu menggali fakta,” papar Isnur.

Indikasi keengganan pemerintah kian terlihat dari kasus dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah aktivis. Beberapa nama yang disebut antara lain Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen, staf Lokataru Muzaffar Salim, hingga admin akun Gejayan Memanggil, Syahdan Husein.

“Mereka yang seharusnya menjaga demokrasi dan HAM malah dijerat hukum,” kritiknya.

Menurut Isnur, TGPF menjadi sangat mendesak karena polisi hanya bergerak pada aspek pidana, tanpa menyentuh pola kekerasan, keterlibatan aktor-aktor misterius, hingga aliran dana yang mengiringi peristiwa tersebut.

Desakan agar pemerintah membentuk tim independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap dalang kericuhan pada demo akhir Agustus 2025, sebelumnya juga disuarakan oleh Komnas HAM.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah menyebut, orang-orang yang sudah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka pemicu kericuhan dalam demo akhir Agustus 2025, dinilai juga sebagai korban.

Dugaan ada aktor besar di balik serangkaian kericuhan pada demo akhir Agustus 2025 di berbagai kota, sebelumnya sudah banyak diungkap oleh beberapa media dan influencer kritis.

Salah satunya adalah Ferry Irwandi yang mengungkap indikasi keterlibatan aparat militer sebagai dalang kericuhan. Buntut pernyataannya itu, Ferry sempat akan dipidanakan oleh Mabes TNI. Namun hal itu batal setelah kedua belah pihak sepakat berdamai.

Selain itu, Majalah Tempo dalam laporan utamanya pada edisi pekan lalu juga sempat mengungkap hasil investigasi tentang dugaan keterlibatan militer sebagai dalang kericuhan pada demo akhir Agustus 2025 di berbagai kota di Indonesia. (*)

 

Baca Sebelumnya

Bupati Bondowoso Launching Aplikasi KANDA untuk Ciptakan Komunikasi Antara Pemkab dan Masyarakat

Baca Selanjutnya

Ketua GMNI Jombang: Pernyataan Ketua DPRD Mempertegas Jurang antara Elit Politik dan Rakyat

Tags:

demonstrasi Agustus YLBHI prabowo Reformasi Polri Provokator Tim Gabungan Pencari Fakta TGPF Tim Independen Muhammad Isnur

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar