Waspada! Sesar Kendeng Aktif Melintas di Kota Surabaya

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

18 Apr 2025 21:57

Thumbnail Waspada! Sesar Kendeng Aktif Melintas di Kota Surabaya
Peta Sesar Kendeng yang melintas di Jawa Timur dan Jawa Tengah (Foto: BMKG)

KETIK, SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memonitor gerakan sesar Kendeng yang melintas wilayah Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. Sesar Kendeng tersebut panjangnya mencapai 64 km. 

Berdasarkan pantauan BMKG, sesar Kendeng di Jawa Timur dan Jawa Tengah mempunyai deretan panjang yang jadi penyebab gempa bumi. 

Sesar Kendeng mempunyai enam segmen. Terdiri segmen Demak, segmen Purwodadi, segmen Cepu, segmen Blumbung, segmen Surabaya dan segmen Waru.

Segmen Waru (Sidoarjo) dan segmen Kota Surabaya yang juga termasuk sesar aktif. Di kedua segmen ini sewaktu-waktu bisa timbul gempa bumi. Kekuatan gempanya bisa variasi berskala besar dan kecil.   

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Berdasarkan catatan BMKG, sesar Kota Surabaya mulai dari Jalan Mayjen Sungkono sampai Cerme, Kabupaten Gresik. 

Seperti diketahui, di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya bagian barat, di sepanjang ruas jalan ini sering terjadi patahan jalan beraspal yang rusak. Sementara sebagian warga kota menganggap jalan yang pecah tersebut akibat tanah yang bergerak.

Jalur sesar Kendeng segmen Waru dan segmen Kota Surabaya tak luput dari pantauan stasiun Geologi, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.  

“Sejak tahun 1815 sampai tahun 2024 terdapat aktivitas kegempaan di sepanjang sesar Kendeng. Namun aktivitas kegempaan tersebut kecil dan tidak bisa dirasakan,” kata Novita, petugas Geologi Stasiun Pandaan, yang dihubungi Ketik.co.id.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu Sekarang

Sesar aktif Kendeng tidak hanya menyebabkan gempa dengan magnitudo yang rendah dan tinggi. Seperti diketahui, gempa yang mengguncang wilayah Tuban berapa tahun lalu dengan magnitude 5,0 akibat gempa yang tidak menimbulkan tsunami.

Gempa akibat sesar aktif ini juga mengguncang Kabupaten Ngawi dengan berkekuatan magnitudo 3,9. Gempa akibat sesar aktif Kendeng akan mengakibatkan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. 

Ada faktor yang mempengaruhi gempa besar pada sesar Kendeng. Pertama adanya aktivitas seismik. Bila terjadi gempa kecil menunjukkan bahwa sesar ini masih aktif dan tidak menutup kemungkinan terjadi gempa kecil dan besar. 

Faktor kedua, struktur geologi di sekitar sesar Kendeng. Misalnya, adanya jenis batuan dan kondisi tektonik yang dapat mempengaruhi gempa besar.(*) 

Baca Sebelumnya

PKB Trenggalek Siap Bentuk Pasukan Jihad Partai Kebangkitan Bangsa

Baca Selanjutnya

Sebanyak 1.204 Personil Polda Papua Barat Dan Polda Papua Barat Daya Amankan Perayaan Paskah 2025

Tags:

Sesar Kendeng BMKG

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar