Warga Miskin Ekstrem di Pacitan Terganjal Swadaya untuk Dapat BSPS

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

18 Jul 2024 12:29

Thumbnail Warga Miskin Ekstrem di Pacitan Terganjal Swadaya untuk Dapat BSPS
Kepala Dinas Perkimtan Pacitan, Heru Tunggul saat berbicara soal bantuan bedah rumah untuk warga setempat. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata tak menjangkau warga Pacitan yang tergolong miskin ekstrem. 

Alasannya, dikarenakan adanya persyaratan swadaya bagi penerima bantuan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Pacitan, Heru Tunggul, menjelaskan bahwa warga miskin parah dikhawatirkan tak mampu memenuhi komitmen swadaya tersebut. 

"Kalau keluarga sangat miskin malah tidak diterima, karena khawatir tidak bisa memberikan swadaya. Nanti malah mangkrak," jelasnya kepada Ketik.co.id, Kamis (18/7/2024).

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Bantuan BSPS senilai Rp20 juta dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang, diperuntukkan bagi masyarakat miskin, bukan miskin ekstrem.

"Artinya warga miskin tapi masih bisa untuk swadaya atau upaya secara mandiri," terangnya saat ditemui di kantor Perkimtan Pacitan.

Sejatinya, tambah Heru, jumlah nominal swadaya tidak ditentukan. Pun meski ratusan ribu saja tetap diperbolehkan.

Namun, ia mengatakan miskin ekstrem yang dimaksud, seperti keluarga yang tidak memiliki tanah sendiri, pendapatan rata-rata jauh di bawah UMR, atau mereka yang tak punya rumah sama sekali.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Sebenarnya kalau dihitung nilai swadayanya sangat sedikit, hanya Rp200 ribu saja tetap diperbolehkan. Termasuk juga dapat dihitung dari nilai material bangunan yang masih layak pakai, seperti genteng, kayu, dan lainnya," imbuhnya.

Perkimtan Pacitan Harapkan Jatah BSPS Sebanyak 2.000 Unit

Kadis Heru mengungkapkan, jumlah warga yang butuh bantuan untuk rumah tidak layak di Pacitan masih terbilang banyak, totalnya masih 17.000-an, meski saat ini sudah tereduksi.

"Tinggal sekitar 14.000-an keluarga," jelasnya.

Heru menjelaskan bahwa proses usulan BSPS dilakukan melalui aplikasi E-RTLH. Sistem ini memungkinkan semua kategori masyarakat bisa dimasukkan, termasuk yang tidak miskin, miskin hingga sangat miskin/ekstrim.

"Khawatir kami karena ada permasalahan di politik desa, mungkin tidak ikut mendukung suksesi pemilihan RT, atau Kepala Desa. Ada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tapi malah tidak ikut diinput dalam E-RTLH," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa mekanisme penyaluran BSPS dimulai dari usulan oleh desa melalui E-RTLH.

Setelah data tersebut turun, baru dilakukan verifikasi oleh Dinas Perkimtan untuk memastikan kondisi rumah calon penerima. 

"Jadi dari pusat itu kalau dapat sudah by name by address, baru nanti diverifikasi oleh kami. Dicek dilapangkan kalau tidak sesuai diganti dengan data yang sudah masuk lainnya," sambungnya.

Lebih lanjut, Perkimtan Pacitan berharap usulan tersebut dapat disetujui agar dapat membantu lebih banyak masyarakat Pacitan memiliki rumah impian.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini turun, biasanya akhir juli atau Agustus turun dari pusat. Harapan kami, usulan dari Pacitan bisa disetujui, kisaran sebanyak 2.000-an unit. Kalau mengacu tahun lalu Pacitan dapat 1.499 unit," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Milad Unsan Bacan I: Transformasi Pendidikan Jangka Panjang, Solusi Kuliah di Halmahera Selatan

Baca Selanjutnya

Bupati Bandung: Stadion Si Jalak Harupat Siap 100% untuk Piala Presiden

Tags:

pacitan Perkimtan Pacitan RTLH

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar