UGM Teliti Logam Tanah Jarang Sejak 2008, Tantangan Terbesar Ada pada Teknologi Ekstraksi

Editor: Muhammad Faizin

21 Feb 2026 09:40

Headline

Thumbnail UGM Teliti Logam Tanah Jarang Sejak 2008, Tantangan Terbesar Ada pada Teknologi Ekstraksi
Peta sebaran potensi, produksi dan konsumsi logam tanah jarang (LTJ) di dunia. Warna kuning menunjukkan cadangan, hijau menunjukkan produksi dan biru menunjukkan konsumsi Logam Tanah Jarang. (Kementerian ESDM)

KETIK, YOGYAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menjalin kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satunya adalah Indonesia akan membuka keran sebesar-besarnya bagi perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor pengembangan mineral kritikal, salah satunya di bidang logam tanah jarang (LTJ).

Kesepakatan itu dijalin di sela-sela kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan rombongan dalam KTT untuk membahas Board of Peace (BoP), Jumat, 20 Februari 2026. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan sejumlah negara industri maju terhadap logam tanah jarang memang terus meningkat. Hal ini seiring dengan pengembangan teknologi energi terbarukan seperti motor listrik dan sebagainya. 

Penelitian logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia telah berlangsung lebih dari satu dekade. Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu pihak yang berkontribusi sejak tahap awal eksplorasi.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Dr. Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., mengungkapkan bahwa riset LTJ sudah dimulai sejak 2008 melalui kerja sama Indonesia–Jepang yang didanai Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Sebenarnya di kalangan peneliti, mineral ini bukan isu baru, tetapi perjalanan riset yang panjang,” ungkap Lucas, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Ia menegaskan bahwa potensi logam tanah jarang Indonesia cukup besar, tetapi masih berada pada tahap eksplorasi dan pengujian keekonomian. Indonesia bahkan belum memiliki izin usaha pertambangan khusus untuk komoditas ini.

Lucas menilai penting membedakan antara potensi geologi dan realitas produksi. Berbeda dengan emas dan tembaga yang telah diproduksi masif, logam tanah jarang masih membutuhkan tahapan riset mendalam sebelum masuk fase komersial.

Baca Juga:
Saksi Ahli Sebut Diskresi Bupati Tak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik

Salah satu temuan penting muncul di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat. Kawasan ini awalnya diteliti karena anomali radioaktif oleh BATAN, sebelum kemudian diketahui memiliki kandungan logam tanah jarang tinggi.

“Awalnya daerah ini diteliti karena anomali radioaktif oleh BATAN. Dalam perjalanannya, diketahui bahwa kandungan logam tanah jarangnya tinggi di Indonesia,” jelasnya.

UGM memiliki rekam jejak kuat di kawasan tersebut. Peneliti yang pertama kali mengungkap potensi Mamuju merupakan alumni Departemen Teknik Geologi UGM yang menyelesaikan studi magister dan doktoralnya dengan fokus pada wilayah itu.

Meski potensi sumber daya terus ditemukan, Lucas menekankan bahwa tantangan utama terletak pada teknologi pengolahan.

“Logam tanah jarang kerap berasosiasi dengan unsur radioaktif dan memiliki karakter mineral yang berbeda di setiap lokasi sehingga membutuhkan metode pengolahan yang sangat spesifik,” ujarnya.

Karakteristik mineral yang kompleks membuat proses ekstraksi memerlukan teknologi tinggi dan investasi besar. Setiap lokasi memiliki komposisi berbeda sehingga metode pengolahannya tidak bisa diseragamkan.

Selain Bangka Belitung, kawasan Kalimantan dan Sulawesi kini juga menunjukkan prospek baru. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan kelayakan ekonomi cadangan tersebut.

Lucas menegaskan bahwa pengembangan logam tanah jarang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pemilik cadangan, tetapi juga mampu menguasai teknologi pengolahan.

“UGM patut bangga karena ikut berkontribusi sejak tahap awal. Ke depan, mudah-mudahan Indonesia benar-benar mampu mengolah logam tanah jarang,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

RPH Surabaya Pastikan Stok Daging Aman Hingga Lebaran, Warga Tak Perlu Panic Buying

Baca Selanjutnya

Pedagang Keluhkan Kenaikan Lelang Lapak Pasar Talu Pasaman Barat

Tags:

logam tanah jarang indonesia mineral kritis indonesia badan industri mineral potensi logam tanah jarang mamuju hilirisasi mineral strategis geopolitik mineral dunia UGM

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar