KETIK, LEBAK – Tokoh masyarakat Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Erwin Komarasukma mengusulkan pembangunan jalan pintas di kawasan tanjakan Cariang kepada Bupati dan Wakil Bupati Lebak, yakni Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak.
Usulan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan tanjakan Cariang yang dinilai cukup ekstrem dan kerap menyulitkan kendaraan, khususnya saat arus balik wisatawan dari kawasan wisata Sawarna.
“Karena jalan tanjakan Cariang tersebut curam dan banyak kendaraan yang tidak kuat menanjak ketika wisatawan pulang,” kata Erwin Komarasukma saat dihubungi Ketik.com, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, rencana penanganan jalan di lokasi tersebut sebenarnya telah lama diwacanakan.
Salah satu opsi yang pernah direncanakan yakni meninggikan badan jalan dari tanjakan kedua hingga ke bawah menuju area persawahan yang memiliki tikungan.
“Jalan tanjakan Cariang sebenarnya sudah lama direncanakan untuk ditinggikan dari tanjakan kedua ke bawah sampai sawah yang ada belokan,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, terdapat alternatif lain yang dinilai lebih efektif, yakni membuka akses jalan pintas di sisi atas sebelah kiri yang sebelumnya merupakan jalan setapak warga.
“Alternatif kedua, jalan di atas ke kiri yang dulunya jalan setapak dibuat menjadi jalan pintas,” ucapnya.
Menurut Erwin, usulan tersebut juga dilatarbelakangi oleh tingginya potensi kecelakaan di jalur tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan pengguna jalan.
“Sehubungan banyak terjadi kecelakaan,” katanya singkat.
Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan wartawan Ketik.com di lokasi pada Senin, 23 Maret 2026, sejumlah kendaraan roda empat, termasuk kendaraan pariwisata, terlihat kesulitan saat melintasi tanjakan Cariang.
Bahkan, beberapa kendaraan tidak mampu menanjak dan terpaksa berhenti di tengah jalur.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada momen lonjakan kunjungan wisata seperti libur panjang dan hari raya.
Oleh karena itu, pembangunan jalan alternatif dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna mendukung kelancaran akses menuju kawasan wisata Sawarna. (*)
